Cegah Corona, LRT Jakarta Ubah Jam Operasi Layanan

Cegah Corona, LRT Jakarta Ubah Jam Operasi Layanan
Suasana area Stasiun Depo LRT Jakarta Pegangsaan Dua di Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara yang direncanakan akan dibuatkan feeder Transjakarta ke halte Sunter Kelapa Gading dengan melewati sejumlah apartemen dan pusat perbelanjaan di kawasan Kelapa Gading, Senin, 30 September 2019. (Foto: SP/Carlos Roy Fajarta Barus)
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 16 Maret 2020 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Light Rail Transit (LRT) Jakarta melakukan penyesuaian jam operasional layanan kereta mulai 16 Maret sampai 30 Maret 2020 menindaklanuti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membatasi layanan operasional transportasi publik.

"Kami membatasi jumlah penumpang dalam satu gerbong 30 orang saja, jadi 1 trainset dengan 2 LRV total jumlah menjadi 60 penumpang," ujar GM Corporate Secretary LRT Jakarta, Arnold Kindangen, Senin (16/3/2020).

Langkah ini diberlakukan untuk mengurangi intensitas interaksi penumpang agar dapat meminimalkan potensi penyebaran virus corona.

Baca juga: Ganji Genap Ditiadakan, Arus Lalin di Jalan Gatot Subroto Ramai Lancar

Managemen LRT Jakarta juga mengimbau kepada seluruh karyawan untuk membatasi pertemuan atau kontak fisik ketika bekerja, menjaga jarak minimum 1 meter ketika berinteraksi, melaporkan kondisi kesehatan masing-masing dan melakukan medical checkup apabila tidak sehat. "Jadwal kebarangkatan terakhir, Boulevard Utara-Velodrome, pukul 17:34 dan Velodrome - Pegangsaan Dua, pukul 18:00," jelas Arnold.

Baca juga: Dampak Corona, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$2,34 M

Sementara Manajer Operasional PT Jakarta Propertindo, Taufiqurrachman menyebutkan pihaknya menerapkan protap sebagai standar keselamatan, aktivasi work from home, menunda -acara, membatalkan kegiatan di ruang publik yang sudah diinisiasi, penyemprotan area kerja dengan disinfektan dan mewajibkan seluruh karyawan mengerti social distancing measure atau jaga jarak aman (JJA) kepada keluarga dan lingkungannya.

"Selama periode 16 - 30 Maret 2020, kami komunikasikan kepada mitra kerja dan para pemangku kepentingan untuk seksama menerapkan JJA dan telemeeting sebagai pengganti rapat fisik. Kami siap mengaktivasi perangkat teleconference, aplikasi bekerja jarak jauh dan terhubung online," kata Taufiqurrachman.

Adapun rekayasa operasi dan pelayanan yang dilakukan adalah:

1. Waktu operasi layanan dari yang semula pukul 05.00-23.00 WIB berubah menjadi pukul 06.00-18.00 WIB.
2. Perubahan jadwal kedatangan kereta atau headway yang semula setiap 10 menit menjadi 30 menit.
3. Security yang bertugas akan memastikan jarak aman penumpang yang menggunakan layanan LRT Jakarta di stasiun atau kereta minimal 1 meter.
4. Tetap melanjutkan protap pengecekan suhu yang apabila suhu calon penumpang melebihi 38 derajat celcius tidak diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan.
5. Setiap stasiun telah menyediakan hand sanitizer dan masker untuk yang membutuhkan dalam upaya preventif untuk meminimalkan potensi penyebaran virus COVID 19.
6. Melakukan deep cleaning atau pembersihan mendetail dan menyeluruh secara berkala di kereta dan stasiun dengan menggunakan disinfektan.



Sumber: BeritaSatu.com