Polisi Tangkap Penyebar Video Hoaks Virus Corona di PGC

Polisi Tangkap Penyebar Video Hoaks Virus Corona di PGC
Pusat Grosir Cililitan. (Foto: ist)
Bayu Marhaenjati / FMB Rabu, 18 Maret 2020 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Timur, menangkap seorang perempuan berinisial AS (21), terkait dugaan kasus menyiarkan hoaks terkait virus corona (Covid 19) di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Arie Ardian Rishadi mengatakan, kasus ini bermula dari adanya rekaman video seorang perempuan yang sedang sakit, kemudian dibawa menggunakan ambulans, dan disebut-sebut terpapar virus corona, di PGC, Jakarta Timur, Sabtu kemarin. Video itu kemudian viral di media sosial.

"Jadi berdasarkan dari video yang beredar, ada salah seorang wanita yang sakit dibawa dengan menggunakan ambulans. Yang bersangkutan memang sering sakit, saat itu pingsan, dipanggilkan pihak PGC untuk dijemput menggunakan ambulans, namun yang bersangkutan bukan sakit corona atau terkena Covid 19. Tapi tersangka ini dengan sengaja merekam dan menyimpulkan bahwa yang bersangkutan terkena Covid-19. Rekaman itu diberikan kepada temannya, disebarkan sehingga jadi viral dan meresahkan," ujar Arie, Rabu (18/3/2020).

Dikatakan Arie, pada rekaman video itu tertulis caption, "Ya Allah PGC kena satu. Itu tutup aja PGC, itu dekat pasti". Menurut Arie, kalimat itu bisa membuat resah masyarakat.

Arie menuturkan, penyidik kemudian mengambil langkah penyelidikan, memeriksa saksi-saksi dan mengamankan tersangka yang merupakan karyawan salah satu gerai di PGC.

"Motifnya, hanya respons langsung saja menyimpulkan sesuatu yang dia tidak tahu, dan langsung sebarkan tanpa cek kebenarannya dulu. Ancaman hukuman sebarkan berita hoax dan terbitkan keonaran maksimal 10 tahun penjara," katanya.

Arie mengimbau, masyarakat harus hati-hati menyikapi dan menyampaikan informasi. "Karena jika tidak benar akan memberikan keresahan ke masyarakat dan berdampak luas. Pastikan dalam sebarkan informasi harus berdasarkan fakta," tandasnya.

AS sendiri mengaku menyesal dan meminta maaf karena telah menyebarkan berita tidak benar melalui media sosial. "Saya minta maaf kepada masyarakat. Saya menyesal telah membuat keresahan, dan tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, polisi akan terus melakukan patroli siber untuk mengantisipasi adanya berita bohong terkait virus corona. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan kabar hoaks yang dapat meresahkan masyarakat.

"Kita berkoordinasi terus dengan siber Polri (antisipasi hoaks). Kami mengharapkan masyarakat tidak menyebarkan berita-berita hoaks tentang corona, meresahkan masyarakat, jangan membuat masyarakat panik. Dari Polda Metro terus mengejar pelaku-pelaku yang mencoba menyampaikan berita tidak benar ke masyarakat," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com