Disdik Depok Minta Siswa Tetap Belajar di Rumah

Disdik Depok Minta Siswa Tetap Belajar di Rumah
Siswa siswa kelas II di Mardi Waluya Cibinong Bogor, Brigita Headline, tengah belajar di rumah melalui aplikasi digital pada hari pertama pemda Bogor meliburkan sekolah untuk mengantisipasi persebaran virus korona, Senin (16/3/2020). (Foto: Suara Pembaruan/Ari Supriyanti Rikin)
Bhakti Hariani / FER Rabu, 18 Maret 2020 | 22:48 WIB

Depok, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok meminta kepada seluruh siswa untuk tetap belajar meskipun harus tinggal di rumah.

Hal tersebut, menyusul kebijakan Pemkot Depok, yang meliburkan seluruh sekolah guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, pembelajaran bisa dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online dan luar jaringan (luring) atau offline. Baik didampingi orangtua ataupun guru di masing-masing satuan pendidikan

"Terkait dengan libur sekolah, maka pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan di rumah masing-masing, mulai tanggal 16 sampai 28 Maret 2020, terkait pencegahan penyebaran virus corona," kata Thamrin, Rabu (18/3/2020).

Menurut Thamrin, ada beberapa aplikasi belajar yang bisa diakses untuk pembelajaran online. Aplikasi tersebut antara lain, Rumah belajar, Google G Suite for Education, dan Kelas Pintar.

Terkait pembelajaran secara offline, sambung Thamrin, bisa dilakukan dengan memberdayakan buku siswa dan bahan ajar. Adapun pemberian tugas terstuktur dengan memanfaakan WhatsApp grup sekolah atau kelas. "Nanti ada semacam laporan yang harus disampaikan kepada sekolah," tuturnya.

Thamrin menuturkan, selain meliburkan sekolah, pihaknya juga menunda seluruh kegiatan lomba dan studi tur. Termasuk menunda pelaksanaan ujian sampai batas waktu yang ditentukan.

Salah satu ujian yang juga ditunda adalah Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) yang saat ini tengah dijalani siswa SMP se-kota Depok.

"USBK ditunda untuk sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. USBK ditunda sampai nanti dijadwalkan kembali setelah ada arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," pungkas Thamrin.



Sumber: BeritaSatu.com