Dua Perampok di Bekasi Ditembak Mati

Dua Perampok di Bekasi Ditembak Mati
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Mikael Niman / CAH Kamis, 19 Maret 2020 | 17:22 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Jajaran Reskrim Polrestro Bekasi Kota menembak mati dua pelaku komplotan perampok sadis, Rabu (18/3/2020) petang. Satu pelaku terpaksa ditembak di bagian kaki saat hendak melarikan diri. Komplotan perampok ini dikenal sadis dan tak segan-segan melukai korbannya saat beraksi.

Tak hanya itu, para pelaku dilengkapi senjata api (senpi) rakitan saat beraksi menggasak toko emas di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Utara.

Pelaku RD (38) dan SR (35) ditembak mati dan jenazahnya lagsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Sedangkan, pelaku SS (40) ditembak di bagian kaki dan telah ditahan di Mapolrestro Bekasi Kota bersama empat pelaku lainnya.

Mereka dilumpuhkan petugas saat dilakukan penggerebekan di rumah kontrakan para pelaku di wilayah Kampung Ciketing, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

“Dari tangan pelaku, diamankan empat pucuk senjata api (senpi) rakitan,” ujar Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Kamis (19/3/2020).

Dia menjelaskan, penangkapan para pelaku bermula dari laporan masyarakat adanya kasus pencurian dengan kekerasan di Pasar Rawalumbu, Kota Bekasi. Saat itu, para pelaku mengumbar tembakan ke udara saat melakukan aksinya.

Kemudian petugas Resmob Polrestro Bekasi Kota membentuk tim khusus dan mengetahui tempat persembunyian para pelaku di Rawalumbu. Saat penggerebekan ke kediaman pelaku, terjadi perlawanan sehingga petugas di lapangan melumpuhkan para pelaku dengan timah panas.

Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, para pelaku merupakan spesialis perampokan toko emas di wilayah Ciamis, Purbalingga, Yogyakarta, Langkat. “Mereka merupakan komplotan yang terkenal sadis,” kaatanya.

Polisi menyita barang buktiberupa uang tunai Rp 2 juta dan 3 buah ponsel serta empat pucuk senpi rakitan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. 



Sumber: BeritaSatu.com