Jumlah Pasien Corona Banyak, Pemprov DKI Habiskan 1.000 APD Per Hari

Jumlah Pasien Corona Banyak, Pemprov DKI Habiskan 1.000 APD Per Hari
Gubernur DKI Jakarta di acara konferensi pers pendistribusian coverall APD di Balai Kota Jakarta, Senin (23/3/2020) (Foto: Humas Pemprov DKI)
Yustinus Paat / IDS Senin, 23 Maret 2020 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, tenaga medis di DKI Jakarta menghabiskan 1.000 alat pelindung diri (APD) per hari dalam merawat dan melayani orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP), termasuk yang positif terjangkit corona.

"Dua minggu terakhir, rata-rata penggunaan APD adalah seribu unit per hari," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (23/3/2020).

Anies mengakui bahwa penggunaan APD di Jakarta cukup tinggi. Pasalnya, jumlah pasien yang positif corona serta ODP dan PDP sangat banyak.

"Tentu itu kan mencerminkan peningkatan jumlah orang yang harus dirawat. Jadi mudah-mudahan tidak meningkat, tapi kira-kira rata-ratanya seribu per hari," kata Anies.

Pemprov DKI Jakarta telah menerima 40.000 coverall APD dari BNPB. Pemprov DKI akan mendistribusikan APD ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dan fasilitas kesehatan yang berada di Pemprov DKI.

Kepala Dinkes Pemprov DKI Widyastuti mengatakan, APD tersebut akan dipakai khusus untuk pelayanan di dalam RS yang klinis dan perawatan pasien positif corona. Kemudian, APD ini dipakai oleh tenaga medis yang bekerja di laboratorium rujukan.

"Lalu di ambulan gawat darurat yang mengangkput pasien terkait Covid-19, termasuk teman-teman kami di Puskesmas yang melakukan deteksi dini maupun contact tracing di lapangan kalau ada kasus terduga positif corona," jelas Widyastuti.

Lebih lanjut, Widyastuti mengatakan pihaknya sudah mempunyai SOP dalam pemakaian APD ini. Termasuk kata dia, cara melepaskan APD tersebut sehingga tidak membahayakan petugas medis yang memakainya.

"Tentu ada protapnya. Kami sudah ada SOP cara pemakaian dan cara melepas karena kalau melepasnya tidak urut nanti membahayakan bagi petugas, sehingga cara lepas pun harus ada urutannya," pungkas Widyastuti.



Sumber: BeritaSatu.com