Kurangi Kantor Layanan

Bank DKI Imbau Nasabah Gunakan Transaksi Non-Tunai

Bank DKI Imbau Nasabah Gunakan Transaksi Non-Tunai
Direktur Kepatuhan Bank DKI, Ateng Rivai (batik) tengah melakukan demonstrasi cuci tangan yang baik pada acara edukasi dan sosialisasi pencegahan virus corona yang diselenggarakan oleh PT Bank DKI di Jakarta, Selasa (10/3/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 23 Maret 2020 | 18:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank DKI melakukan pengurangan operasional kantor layanan baik jumlah kantor layanan yang beroperasi ataupun jam operasional.

Baca Juga: Pembayaran Non-Tunai Bisa Bantu Cegah Corona

Kebijakan tersebut, sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) mulai 23 Maret hingga 5 April 2020,

"Bank DKI mengalihkan kantor layanan Bank DKI yang berada di Rusun, Kecamatan, kelurahan, dan pusat perbelanjaan serta Gerai Samsat ke kantor layanan lainnya yang masih beroperasional," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020).

Tidak hanya itu, Bank DKI pun melakukan perubahan jam operasional kantor layanan menjadi pukul 08.30 - 14.00 wib. Kemudian secara total Bank DKI mengurangi jumlah karyawan yang bekerja di kantor hanya 30 persen.

"Sebelumnya Bank DKI pun telah menerapkan kebijakan split operation dimana sebagian karyawan sudah melaksanakan aktivitas pekerjaan sehari-hari dengan bekerja dari rumah (work from home),” kata Herry Djufraini.

Baca Juga: Transjakarta Hanya Melayani Pembayaran Non-Tunai

Dijelaskannya, penerapan pengurangan operasional ini merupakan kebijakan sementara dengan tetap memperhatikan perkembangan dari kondisi penyebaran virus Covid-19 serta dengan pengumuman atau adanya instruksi lebih lanjut dari regulator.

"Selain melakukan pengurangan jam operasional dan jumlah kantor layanan yang beroperasi, Bank DKI juga telah melakukan upaya perlindungan kepada nasabah dan karyawan Bank DKI seperti penempatan hand sanitizer dan alat pemindai suhu di kantor pusat dan seluruh kantor layanan serta membagikan masker kepada seluruh karyawan. Bank DKI juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di kantor layanan,” ujar Herry Djufraini.

Karena Bank DKI sudah beroperasi secara terbatas, Herry Djufraini mengimbau nasabah dapat melakukan transaksi secara non tunai menggunakan aplikasi JakOne Mobile untuk nasabah perorangan dan Cash Management System untuk nasabah instansi dan korporasi.

"Hal ini kami imbau sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan kepada nasabah dan karyawan Bank DKI melalui pembatasan kontak fisik sehingga dapat menekan angka penyebaran virus corona secara signifikan,” terang Herry Djufraini.

Baca Juga: Anies Apresiasi Dukungan Bank DKI 

Bank DKI juga mengajak nasabah dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut membantu para korban Covid-19 dan penanganan pencegahan penyebaran virus corona.

"Dana ini nantinya akan dipergunakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. Mari kita sebarkan kebaikan bersama dengan berbagi sesama melalui Bank DKI Peduli dengan rekening 101.20.12345.5 dan 701.07.00003.0 untuk rekening Bank DKI Syariah," pungkas Herry Djufraini.



Sumber: BeritaSatu.com