Wali Kota Depok Ubah Tempat Pelaksanaan Rapid Test Covid-19

Wali Kota Depok Ubah Tempat Pelaksanaan Rapid Test Covid-19
Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) saat menggelar konferensi pers didampingi Dandim 0508 Kolonel Infanteri Agus Isrok Mikroj di Aula Lantai I Balai Kota Depok, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FER Senin, 23 Maret 2020 | 22:58 WIB

Depok, Beritasatu.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengubah tempat pelaksanaan rapid test covid-19 menjadi di puskesmas di seluruh wilayah Depok. Sedianya, pelaksanaan rapid test akan dilakukan di alun-alun.

Mohammad Idris mengatakan, pelaksanaan rapid test di alun-alun dibatalkan dan dilaksanakan di puskesmas-puskesmas se-kota Depok. Rapid test akan dilakukan dengan menggunakan alat yang tersedia.

"Sasarannya pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di sejumlah rumah sakit serta tenaga kesehatan yang tidak menggunakan alat perlengkapan diri (APD) lengkap saat kontak dengan pasien," ujar Idris dalam keterangannya, Senin (23/3/2020) malam.

Rapid test juga akan menyasar mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Idris juga menekankan pada mereka yang masih juga tidak mematuhi nasihat untuk tidak berkumpul dalam kegiatan keagamaan.

"Kami selaku Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI dan sejumlah wadah organisasi keagamaan lainnya telah bersepakat untuk melarang kegiatan keagamaan yang jumlahnya bersama dengan kumpulan orang banyak. Jadi tolong ini ditaati karena saya masih banyak mendengar keluhan masyarakat bahwa masih terdapat kegiatan keagamaan dengan kumpulan orang banyak," tegas Idris.

Sedangkan untuk call center covid-19, dikatakan Idris, siap melayani selama 24 jam di nomor telepon 112 dan 119. "Kami juga memiliki fasiltas tele medis dimana warga Depok bisa menelepon ke 112 dan bisa berbicara atau berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter kami. Mereka akan siap melayani warga Depok 24 jam," ungkap Idris.

Idris pun menyampaikan update data terbaru pada Senin (23/3/2020) dimana terdapat 13 orang terkonfirmasi, 121 PDP dimana 11 orang telah selesai dan 110 orang masih dilakukan pengawasan. Sedangkan untuk ODP tercatat sebanyak 401 orang. 185 telah selesai dipantau dan 216 masih dilakukan pemantauan.

"Mengingat kasus covid-19 yang masih terus bertambah maka kami tetap meminta warga Depok untuk diam di rumah. Jaga jarak sosial ketika berada di luar untuk suatu keperluan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Tuhan yang Maha Bijaksana," pungkas Idris.



Sumber: BeritaSatu.com