Bogor Tolak Tes Cepat Covid-19 di Stadion Pakansari

Bogor Tolak Tes Cepat Covid-19 di Stadion Pakansari
Ketum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani (kedua dari kanan) bersama dengan Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto (kanan), Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjhin (kiri) menyaksikan penyaluran donasi alat kesehatan kepada Pemerintah. Donasi senilai Rp 500 Miliar berbentuk peralatan uji cepat (rapid test kit), alat perlindungan diri (APD, personal protective equipment), alat bantu pernapasan (ventilator), serta masker. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Vento Saudale / BW Selasa, 24 Maret 2020 | 08:45 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan tes Covid-19 massal untuk warga Kota Bogor tidak digelar di Stadion Pakansari, seperti usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Depok, tes Covid-19 massal akan digelar di masing-masing wilayah.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum dapat memastikan kapan dan di mana penyelenggaraan rapid test tersebut.

Pemkot Bogor masih menunggu jumlah pasti berapa tes kit yang akan diberikan Pemprov Jawa Barat. Jika memang alokasinya kurang dari 500, maka penyelenggaraan tes Covid-19 tidak perlu dilakukan di area terbuka seperti stadion, tetapi bisa di rumah sakit atau tempat lain.

“Saya mendapat informasi jumlah untuk Kota Bogor, akan didrop 1.000 buah, tetapi belum ada pemberitahuan lebih lanjut. Kita pastikan dulu jumlahnya sampai di tangan. Baru kita rencanakan detailnya. Takut kita sudah list 1.000 nama, by name by address, ternyata hanya 500 misalnya,” ujar Dedie, Senin (23/3/2020).

Nantinya, tes Covid-19 massal bagi Kota Bogor akan diprioritaskan untuk warga dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam lingkaran pasien positif corona.

Mengenai waktu, masih menyesuaikan persiapan dari personel yang akan melakukan tes cepat. Skema tes di dua alternatif tempat juga sedang disiapkan. Nantinya, seluruh warga yang dinyatakan positif, baik oleh tes cepat dan menjalani tes kembali melalui tes CPR akan langsung dievakuasi ke RSUD Kota Bogor.

“Nanti ada 30 orang yang disiapkan. Mereka akan diberikan pelatihan singkat untuk melakukan penanganan,” ujar Dedie.

Bupati Bogor Ade Yasin tidak sependapat dengan rencana Pemprov Jawa Barat yang akan melakukan tes massal virus corona di Stadion Pakansari.

"Kami bukan tidak setuju kalau diadakan tes massal virus corona, namun karena alat tesnya terbatas, maka lebih baik 1.000 alat tersebut diserahkan ke rumah sakit yang memang sangat membutuhkan alat tersebut," kata Ade Yasin.

Ia menerangkan, karena ketiadaan rapid test Covid-19 atau bahkan viral transport medium (VTM) maka puluhan PDP pun belum dilakukan tes virus corona.

"Jangankan ratusan yang berstatus ODP, sejumlah PDP yang saat ini dirawat di RSUD Cibinong dan RS lainnya juga belum dilakukan tes virus corona hingga mohon ini dipertimbangkan oleh Gubernur Jawa Barat Rudwan Kamil," terangnya.

Ade sudah menyarankan tes cepat itu dilakukan di rumah sakit dan puskesmas. Peserta tes diutamakan bagi PDP dan ODP sehingga tidak mengumpulkan banyak orang.

Jumlah pasien positif terpapar virus corona di Kabupaten Bogor hingga hari ini tercatat ada 6 orang. Satu di antaranya meninggal dunia. Kemudian jumlah ODP ada 133 orang, 90 orang sudah dinyatakan sembuh. Terakhir, jumlah PDP ada 40 orang, 18 di antaranya sudah sehat. Di Kota Bogor, jumlah ODP 245 orang, sebanyak 213 pasien masih dalam pemantaun. Untuk jumlah pasien positif 7 orang, sebanyak 6 orang dalam perawatan isolasi dan satu meninggal dunia.



Sumber: BeritaSatu.com