Penumpang MRT Jakarta Turun, Bukti Imbauan Pemerintah Efektif

Penumpang MRT Jakarta Turun, Bukti Imbauan Pemerintah Efektif
Petugas MRT Jakarta Stasiun Lebak Bulus periksa suhu badan penumpang, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Aktivitas ini sebagai antisipasi cegah Virus Corona. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Muawwan Daelami / WBP Selasa, 24 Maret 2020 | 13:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penumpang MRT Jakarta menurun signifikan seiring imbauan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan perubahan aturan jam operasional menyusul merebaknya virus corona (covid-19). 

Menurut Kepala Divisi Sekretaris Perusahaam PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, tercatat rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta sejak 16 sampai 20 Maret 2020 sebanyak 22.448 penumpang. "Menurun signifikan dibanding kondisi normal dengan rata-rata penumpang di hari kerja 90.000 100.000 penumpang," kata Kamaluddin dalam pernyataan tulisnya, Selasa (24/3/2020).

Penurunan jumlah penumpang juga memperlihatkan imbauan pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan social distancing berjalan efektif.

Baca juga: Peniadaan Sistem Ganjil Genap Diperpanjang hingga 5 April

Penurunan penumpang terlihat dari situasi stasiun dan kereta yang sepi dan tidak terjadi antrean.

Kamaluddin menuturkan, jumlah penumpang menurun dengan jumlah rata-rata sebanyak 5.000 penumpang per harinya pada Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Pelabuhan Bakauheni Buka Layanan Seperti Hari Biasa

Meski jumlah penumpang turun signifikan, PT MRT Jakarta tetap memastikan protokol pencegahan penyebaran corona diterapkan dengan baik. Pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang, pembersihan rutin aset dan fasilitas, penyediaan cairan pencuci tangan (hand sanitizer) dan fasilitas tempat cuci tangan, serta imbauan memberlakukan jarak sosial tetap dilakukan secara ketat.



Sumber: BeritaSatu.com