Bubarkan Kerumunan, Polisi Kedepankan Tindakan Persuasif

Bubarkan Kerumunan, Polisi Kedepankan Tindakan Persuasif
Kombes Yusri Yunus. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / WM Selasa, 24 Maret 2020 | 12:29 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya mengedepankan tindakan persuasif dan humanis dalam upaya membubarkan warga yang berkerumun atau nongkrong, dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

"Polisi itu persuasif dan humanis yang kita kedepankan. Kita preemtif dengan memberikan imbauan-imbauan, preventif kita patroli, dan ada penegakan hukum. Penegakan hukum itu nanti paling terakhir," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (24/3/2020).

Dikatakan Yusri, polisi yang berpatroli tidak langsung melakukan penegakan hukum ketika melihat ada kerumunan, namun memberikan imbauan terlebih dulu sehingga tidak menimbulkan kerisauan.

"Memang betul bisa saja kita kenakan aturan perundang-undangan, tapi itu paling terakhir. Contohnya Pasal 212 (terkait melawan petugas), 216, dan 218 KUHP. Misalnya mau kita bubarkan, mereka melawan petugas, ya kita kenakan pasal bisa. Tetapi yang selama ini kita lakukan, alhamdulillah mereka mengerti," ungkapnya.

Yusri menegaskan, sejauh ini tidak ada warga yang berkumpul kemudian melawan petugas.

"Kita persuasif dan humanis. Kita punya preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Preemtif sudah, sedang kita lakukan sekarang ini, taman-taman kita datangi, kita sampaikan secara humanis. Kemudian, preventif kita patroli terus. Penegakan hukum nanti terakhir, kalau memang, misalnya, kita sampaikan baik-baik jangan kumpul-kumpul, mereka melawan, pukul petugas, baru kita lakukan tindakan. Tapi selama ini nggak ada," katanya.

Menurut Yusri, polisi mengimbau agar warga tidak berkumpul atau nongkrong dan sebaiknya tinggal di rumah, tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona.

"Menjaga jarak. Kalau kumpul ramai-ramai, misalnya dua, tiga atau empat orang, kita imbau mereka udah dong ngapain kumpul, kalian harus jaga jarak, kalau kumpul gini nanti jadi nyebar loh. Pulang saja ke rumah lebih bagus, istirahat.' Kita memutus mata rantai. Kita beri pengertian yang baik, humanis, persuasif,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com