Dua PDP Corona Kota Bogor Meninggal, Pemkot Tunggu Hasil Tes Kemkes

Dua PDP Corona Kota Bogor Meninggal, Pemkot Tunggu Hasil Tes Kemkes
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menujukan surat edaran penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sela-sela acara kerja bakti pencegahan penyebaran virus corona di Stasiun Besar Bogor, Minggu, (15/3). (Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale)
Vento Saudale / CAH Selasa, 24 Maret 2020 | 19:29 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam keterangannya menuturkan, data lengkap dua pasien dalam pemantauan (PDP) corona (Covid-19) ini belum bisa diungkap karena masih menunggu hasil, koordinasi, identifikasi berdasarkan hal hasil tes dari pemerintah pusat.

“Hasil tesnya belum keluar dari Litbangkes Kementerian Kesehatan apakah ia positif atau negatif. Kami masih berkoordinasi, bila sudah ada laporan resmi nanti kita ungkap,” paparnya, Selasa (24/3/2020).

Kata dia, pasien meninggal diketahui lanjut usia dan merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain. Masuk dalam kategori PDP dikarenakan mengalami gejala terpapar corona.

Baca Juga: PDP Corona Kota Bogor Meninggal Dunia

Dedie pun mengakui bila jumlah PDP di Kota Bogor hingga saat bertambah dari 8 orang data kemarin dan hari ini tercatat sebanyak 14 orang.

“Dua orang sudah dinyatakan meninggal, sedangkan 8 orang diantaranya masih dalam pengawasan rumah sakit. Sedangkan 4 orang selesai atau dinyatakan sehat,” katanya.

Kemudian, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 283 orang. Dari jumlah tersebut 251 orang masih dipantau, sementara 32 lainnya dinyatakan sehat. Untuk jumlah positif corona sampai saat ini masih 7 orang, satu diantaranya meninggal dunia.



Sumber: BeritaSatu.com