Polisi Tangkap 2 Penyebar Video Hoaks Sekuriti Terjangkit Corona

Polisi Tangkap 2 Penyebar Video Hoaks Sekuriti Terjangkit Corona
Bikin Masyarakat Resah, Hoaks Corona Lebih Bahaya Dari Virusnya (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 26 Maret 2020 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menanangkap dua orang berinisial CL (56) dan LL (29) terkait penyebaran video hoaks seorang sekuriti pingsan lantaran terjangkit virus corona (Covid 19), di Rukan Sentra Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Padahal, sekuriti bernama Bagaskara (21) itu mengalami sakit flu.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Audie Latuheru mengatakan, beberapa waktu lalu beredar video berdurasi 1 menit 11 detik berisi seorang sekuriti bernama Bagaskara jatuh pingsan dan disebut terpapar virus corona di Pos Penjagaan Rukan Sentral Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Video itu kemudian viral, dan meresahkan masyarakat.

"Setelah melakukan proses penyelidikan, kemudian kami mengamankan dua orang pelaku penyebar berita hoaks berinisial CL dan LL," ujar Audie, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penyebar Hoax soal Corona

Dikatakan Audie, CL dan LL merupakan pelaku yang merekam video, kemudian menyebarkannya melalui whatsapp grup dan menjadi viral di dunia maya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan suatu berita terkait virus Covid 19. Jangan menyebarkan berita-berita di media sosial, sementara kita belum tahu kebenarannya dan sumber yang jelas," ungkapnya.

Audie menyampaikan, dapatkan informasi tentang Covid 19 dari instansi berwenang atau media mainstream sehingga sumbernya jelas.

"Karena saat ini marak terjadi adanya video orang sakit, kemudian disebut terkena virus corona sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat," katanya.

Baca JugaKominfo Jaring 242 Hoaks Virus Korona, Polri Tetapkan 22 Tersangka

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung menuturkan, pihaknya memang menerima informasi terkait adanya sekuriti yang jatuh pingsan, di Rukan Sentra Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kemudian, polisi dan petugas kesehatan langsung datang serta melakukan pemeriksaan.

Sejurus kemudian, korban dirujuk menggunakan mobil ambulans 119 ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat. "Keteramgan dari petugas medis, korban pingsan bukan karena terinfeksi Corona, namun hanya sakit flu biasa dan diperbolehkan rawat jalan," jelasnya.

Agung menuturkan, berdasarkan keterangan koordinator sekuriti, korban memang kerap sakit dan pingsan. "Kami juga mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sering pingsan dan sakit," tandasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 a Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008, terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com