Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Kota Tangerang Beralih ke Jualan Online

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Kota Tangerang Beralih ke Jualan Online
Ilustrasi pasar rakyat.
Chairul Fikri / CAH Kamis, 26 Maret 2020 | 16:33 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Imbauan pemerintah untuk belajar, bekerja dan beribadah dari rumah untuk menghindari penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) membuat beberapa ruas jalan di wilayah Kota Tangerang lengang. Salah satu yang terkena imbas adalah pasar tradisional di Kota Tangerang yang sepi pembeli.

Untuk menyiasati, PD Pasar Jaya Tangerang bekerjasama dengan sejumlah pedagang pasar tradisional di wilayah Kota Tangerang melakukan terobosan dengan melakukan perdagangan melalui secara online

"Jadi untuk mengatasi sepinya pesanan di beberapa pasar tradisional di Tangerang, maka kami bekerjasama dengan para pedagang untuk melakukan penjualan melalui secara online. Pedagang harus terlebih dahulu mendaftarkan produknya seperti sayur mayur, daging, hingga bumbu masak yang harganya. Nanti masyarakat tinggal menghubungi para pedagang melalui saluran telepon yang terdaftar," ujar Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Metode penjualan online ini diterapkan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus corona. Selain itu untuk terus menjalankan perakonomian khususnya bagi pedagang kecil dan UMKM yang ada di wilayah Kota Tangerang.

"Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran corona di wilayah Kota Tangerang. Untuk sementara kita berlakukan di dua pasar tradisional yakni di Pasar Anyar dan Pasar Poris. Dimana masyarakat tinggal menghubungi hotline Pasar Anyar di nomer 08561572636 dengan waktu operasional Senin-Minggu pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB. Sedangkan untuk hotline Pasar Poris Indah, 081281222866 dengan waktu operasional Senin-Minggu pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB," tambahnya.

Titien meyakinkan bahwa produk dan harga yang ditawarkan di pasar ini yang dijual melalui online sama dengan produk yang diiklankan melalui online.

"Pemesanan langsung dilakukan kepada pedagang dengan sistem pengantaran kesepakatan antara pedagang dan konsumen dan kualitas barang pesanan merupakan tanggung jawab pedagang dan di luar tanggung jawab manajemen," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com