Rapid Test di Rumah Sakit di Depok Berjalan Lancar

Rapid Test di Rumah Sakit di Depok Berjalan Lancar
Ilustrasi rapid test. ( Foto: istimewa )
Bhakti Hariani / CAH Kamis, 26 Maret 2020 | 17:28 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pelaksanaan rapid test covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020) berjalan lancar. Rapid test dilaksanakan di rumah sakit swasta yang tersebar se-Kota Depok.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Depok Syahrul Amri mengatakan, kegiatan rapid test dilaksanakan di hampir 90 persen rumah sakit swasta se-Kota Depok yang berjumlah 21 rumah sakit. Alat rapid test tiba di masing-masing rumah sakit pada pukul 09.00 WIB.

"Alat-alat rapid test datang dari Dinas Kesehatan Kota Depok kemudian langsung dibagikan kepada para pasien dalam pengawasan (PDP) dan juga para tenaga kesehatan yang berkontak langsung dengan para PDP," ujar Syahrul kepada Beritasatu.com, Kamis (26/3/2020) di Depok, Jawa Barat.

Baca Juga2.000 Kamar RS Polri Siap Tangani Pasien Covid-19

Lebih lanjut dikatakan Syahrul, masing-masing rumah sakit mendapatkan rapid test dalam jumlah yang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan jumlah PDP dan jumlah tenaga kesehatan di rumah sakit masing-masing.

"Ada yang mendapat dua box, empat box. Dalam satu box berisi 20 alat tes. Rumah Sakit Mitra Keluarga menjadi rumah sakit yang terbanyak mendapatkan alat rapid test ini," tutur Syahrul.

Pengetesan melalui rapid test yang menggunakan sampel darah ini masih akan dilakukan berulang yakni pada tanggal 30 Maret 2020. "Ini kan yang pertama, nanti tanggal 30 Maret diulang lag tes kedua. Kalau dalam dua tes itu positif maka akan dilakukan tes swab atau PCR," papar Syahrul.

Pengetesan rapid test ini sendiri disambut baik oleh para PDP dan juga tenaga kesehatan. Bagi PDP, kata Syahrul, menunggu hasil dengan penuh kekhawatiran meski juga lega karena telah dilakukan pengetesan.

Baca JugaPemkot Depok Perpanjang Libur Sekolah Sampai 11 April

"Ya mereka ada yang khawatir juga, takut hasilnya positif. Tapi setidaknya dengan sudah dites ini melegakan mereka. Tinggal menunggu hasilnya. Usai tes semua kami berikan kembali kepada Dinas Kesehatan Kota Depok untuk nanti mereka yang akan mengumpulkan semuanya," ujar Syahrul.

Dirinya menilai kinerja dinas kesehatan sudah cukup baik. Jika ada keterlambatan kedatangan alat maka menurut Syahrul itu hal yang wajar karena alat tersebut juga harus diambil ke Pemprov Jawa Barat di Bandung. 

Baca JugaPolres Depok Gelar Patroli Pencegahan Corona

"Kalau di hulu nya lambat maka sampai ke kami juga lambat tapi kalau sudah di dinas kesehatan biasanya cepat prosesnya. Jadi sejauh ini kami menilai dinas kesehatan sudah maksimal menjalankan tugasnya," ungkap Syahrul.

Kini, rumah sakit swasta masih menunggu kedatangan alat perlengkapan diri (APD) yang dijanjikan pemerintah. "Katanya dalam minggu minggu ini. Semoga saja hari senin atau selasa benar benar sudah dibagikan karena mengurusi PDP terduga covid-19 tanpa APD sama saja bunuh diri," pungkas Syahrul Amri.



Sumber: BeritaSatu.com