2 Bandit Pencuri Sepeda Motor Tewas Ditembak Polisi

2 Bandit Pencuri Sepeda Motor Tewas Ditembak Polisi
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 26 Maret 2020 | 18:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk tiga bandit kasus pencurian sepeda motor, yang kerap beraksi sambil membawa senjata api, di kawasan Tangerang Selatan. Dua diantaranya tewas ditembak petugas lantaran melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap di Jalan Bitung Raya, Tangerang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, tiga tersangka yang ditangkap berperan sebagai "pemetik". Mereka berinisial LP (23), F (29) meninggal dunia dan A (30) meninggal dunia. Sedangkan, I selaku joki masih dalam pencarian alias buron.

"Tiga tersangka yang ditangkap, dua meninggal dunia dilakukan tindakan tegas dan terukur. Sementara satu orang DPO (Daftar Pencarian Orang)," ujar Yusri, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga10 Tersangka Sindikat Curanmor Dibekuk, 1 Tewas Ditembak Polisi

Dikatakan Yusri, pelaku selalu melengkapi diri dengan senjata api dalam menjalankan aksinya. Terakhir kelompok ini menyasar sepeda motor yang terpakir di Graha Tamia Serpong, Tangerang Selatan, Senin (23/3/2020) kemarin.

"Modusnya setelah mencari sasaran dan menemukan target, pelaku mendekati kendaraan yang akan dicuri, merusak kunci stang menggunakan kunci letter T, kemudian melarikan diri," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, setelah menerima laporan: LP/1967/III/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 23 Maret 2020, tim operasional Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi di lapangan. Petugas kemudian, menemukan lokasi berkumpulnya para pelaku dan menangkap tiga tersangka LP, A dan F.

Baca JugaTepergok Curi Sepeda Motor, Senpi Pelaku Curanmor Jatuh Kena Timpuk

"Pada saat diamankan oleh petugas, tersangka F dan A melawan dengan mencabut senpi rakitan miliknya yang disimpan di bagian pinggang belakang. Petugas sempat memberikan tembakan peringatan, namun tersangka tetap maju menyerang petugas. Akhirnya, dilakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak). Keduanya sempat dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan meninggal dunia," katanya.

Petugas menyita barang bukti berupa empat unit sepeda motor, dua pucuk senpi rakitan, 10 butir peluru, tiga bonggol kunci letter T, 13 anak kunci letter T, satu tang potong, dan tiga unit ponsel.

Akibat perbuatannya, tersangka LP dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dan atau Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, terkait kepemilikan senjata api, dengan ancaman hukuman 20 tahun bui.



Sumber: BeritaSatu.com