Pemkot Bogor Terus Gaungkan Masyarakat Mandiri Cegah Corona

Pemkot Bogor Terus Gaungkan Masyarakat Mandiri Cegah Corona
Bakal Calon Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, (kiri) berdialog dengan sejumlah petani di Kampung Batu Ulung, Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor, Mingg, 4 Februari 2012. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Kamis, 26 Maret 2020 | 18:33 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggaungkan kesadaran masyarakat secara mandiri mencegah penyebaran Cobid-19. Selain pembatasan aktivitas di luar, warga Kota Bogor juga diimbau untuk bahu-membahu memberikan donasi dalam membantu pemkot terutama dalam penyediaan alat pelindung diri.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menilai, saat ini upaya mandiri warga sudah mulai tampak mulai dari pembatasan aktivitas di luar rumah atau memberikan donasi.

“Setiap saat kami gaungkan kesadaran warga agar selalu beraktivitas di dalam rumah atau sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah. Beberapa kebijakan seperti perpanjangan belajar di rumah hingga pembatasan jam operasional kerja,” papar Dedie A Rachim dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020) sore.

Dampak itu juga direspons baik oleh beberapa pengusaha. Setidaknya, kata Dedie, saat ini sudah ada 17 hotel yang menghentikan operasional da nada satu pusat perbelanjaan juga menghentikan sementara operasional.

Baca Juga: 17 Hotel di Kota Bogor Hentikan Operasional

Upaya mandiri warga juga diperlihatkan warga Bogor melalui donasi. Hingga saat ini, Pemkot Bogor telah menerima 1.560 APD yang sudah disalurkan ke dinas dan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan medis. Selain itu, juga menerima 100 botol atau 90 liter cairan antiseptic, 1.500 sarung tangan, m550 maskser N-95, 2.500 masker biasa, obat-obatan dan makanan.

“Hal positif ini perlu digaungkan utk menyemangati kita memerangi korona. Selain social distance dan physical distance, dimana warga yang akan melakukan donasi bisa dilakukan melalui gugus tugas,” paparnya.

Sementara, Jumlah meninggal pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor terus bertambah. Hingga Kamis (26/3/2020) sore kasus PDP meninggal di Kota Bogor berjumlah lima orang. Namun demikian, lima orang itu belum dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).

Baca JugaKLB Corona, Belajar di Rumah bagi Pelajar Kota Bogor Diperpanjang

Data terkini dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 567 orang dan dari jumlah itu, sebanyak 31 orang dinyatakan sehat dan 536 masih dalam pantauan.

Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 33 orang. Dari jumlah itu, 6 orang telah dinyatakan selesai, 22 orang masih dalam pengawasan, dan 5 orang meninggal.

"Untuk lima orang meninggal kami masih menunggu hasil tes Balitbang Kemenkes, apakah betul pasien itu positif terpapar virus Covid-19. Untuk identitas, kami belum bisa berikan karena menjaga privasi pasien," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengkonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

Sedangkan untuk jumlah pasien positif, lanjut Sri, datanya masih sama, tidak mengalami perubahan dalam tiga hari terakhir. Yakni, 7 orang dinyatakan positif dan satu orang berprofesi dokter meninggal dunia.



Sumber: BeritaSatu.com