Anies Minta RT/RW Sosialisasi Covid-19 kepada Kelompok Rentan

Anies Minta RT/RW Sosialisasi Covid-19 kepada Kelompok Rentan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya memberikan keterangan pers di Balai Kota, Jakarta, Kamis 26 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FER Jumat, 27 Maret 2020 | 23:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta ketua RT/RW, kader PKK dan kader dasa wisma mendata dan melakukan sosialisasi tentang virus corona atau Covid-19 kepada kelompok masyarakat yang rentan.

Baca Juga: Pengawasan Ketat RT/RW Mampu Hentikan Covid-19

Permintaan ini disampaikan Anies dalam seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2020 tentang perlindungan dan pencegahan penularan pada masyarakat yang memiliki risiko tinggi bila terpapar Covid-19.

"Tingkat kematian akibat virus corona meningkat sangat tinggi sejak ditemukan kasus positif di Indonesia. Dari data kematian tersebut diketahui terdapat kelompok orang yang jika terpapar Covid-19 akan berisiko fatal," tulis Anies dalam surat yang diterima Beritasatu.com, Jumat (27/3/2020).

Anies mengatakan, untuk melindungi semua warga khususnya orang-orang berisiko tinggi, pihaknya menyerukan kepada ketua RT/RW, kader PKK, dan kader dasa wisma untuk melakukan sejumlah langkah. Pertama, mengidentifikasi dan mendata warga masyarakat berisiko tinggi di lingkungan RT/RW dengan menggunakan aplikasi yang telah disiapkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.

"Orang berisiko tinggi itu memiliki kondisi, antara lain lanjut usia (di atas 60 tahun), penderita tekanan darah tinggi, pengidap penyakit jantung, pengidap diabetes, penderita penyakit paru-paru dan penderita kanker," terang Anies.

Baca Juga: Anies Baswedan Tulis Surat kepada Tenaga Medis

Kedua, ketua RT/RW, kader PPK dan kader dasa wisma harus menguasai dan mengenali gejala Covid-19 yang dapat diakses melalui tautan corona.jakarta.go.id dan panduan terkait penanggulangan Covid-19 (poster, stand banner, dan lain-lain) yang dapat diunduh melalui tautan bit.ly/PublikasiCoronaDKl.

Ketiga, mendatangi dan menjelaskan informasi tentang Covid-19 dan memastikan bahwa setiap warga yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi yang tinggal di wilayahnya memahami dan melakukan langkah pencegahan penularan Covid-19.

"Keempat, melakukan pemantauan rutin setiap hari pada orang berisiko tinggi yang bermukim secara sendirian dan atau tidak didampingi oleh sanak saudara. Pemantauan ini dilakukan selama wabah Covid-19 masih terjadi di Jakarta," tutur Anies.

Kelima, lanjut Anies, semua kegiatan sosialisasi dan pemantauan dengan warga tersebut harus dengan kondisi sehat, menggunakan masker, menjaga jarak antar orang minimal 1 meter, dan memastikan tangan serta pakaian yang digunakan dalam kondisi bersih dan steril.

Baca Juga: Warga DKI Semakin Sadar Terapkan Physical Distancing

"Kelima, jika menemukan orang dengan gejala Covid-19 di lingkungan RT/RW maka segera laporkan kepada lurah, pusat layanan kesehatan setempat, atau hubungi nomor telepon 112 atau melalui WhatsApp 081388376955," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com