Polisi Diminta Tindak Tegas Pemblokir Akses Masuk Perumahan Legok Permai

Polisi Diminta Tindak Tegas Pemblokir Akses Masuk Perumahan Legok Permai
Warga Cluster Heliconia bersitegang dengan para pemblokir jalan keluar dan masuk Cluster Heliconia, Perumahan Legok Permai, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (29/3/2020). ( Foto: Istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Minggu, 29 Maret 2020 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 300 kepala keluarga (kk) Cluster Heliconia, Perumahan Legok Permai, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, sampai Minggu (29/3/2020) siang tidak bisa keluar dan masuk cluster perumahan mereka. Pasalnya, pintu keluar dan masuk cluster diblokir sebagian warga kampung yang berada di sekitar Cluster Heliconia, Perumahan Legok Permai.

Sebagian warga Kampung itu memaksa warga Cluster Heliconia agar diizinkan membangun jalan akses ke kampung mereka termasuk perumahan baru yang baru dibangun di belakang Cluster Heliconia baru-baru ini.

Sementara warga Cluster Heliconia menolak karena, pertama, akses ke perumahan baru itu sudah ada yakni jalan kampung di sebelah Perumahan Legok Permai.

Kedua, mereka membeli rumah di perumahan Legok Permai, utamanya Cluster Heliconia agar merasa aman dan nyaman dengan tidak adanya jalan akses ke kampung di belakang mereka.

Karena tidak ada titik temu, sejak Sabtu (28/3/2020) malam, sebagian warga kampung sekitar Cluster Heliconia itu memblokir akses keluar masuk Cluster Heliconia. Akibatnya warga Heliconia tidak bisa keluar dan masuk. Sampai Minggu (29/3/2020) terjadi bersitegang antara para pemblokir jalan dengan warga.

Menurut warga Heliconia, sepakat atau tidak sepakat membuka akses ke perkampungan belakang Cluster Heliconia merupakan urusan perdata, dan tindakan pemblokiran adalah tindakan main hakim sendiri yang masuk ranah pidana. Oleh karena itu, warga Cluster Heliconia meminta polisi harus tegas.

“Tindakan pemblokiran adalah tindakan memaksakan kehendak dan merupakan tindak pidana. Polisi seharusnya tindak tegas,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Warga Heliconia enggan menyebutkan nama ke media massa karena para pemblokir mengancam siapa yang vokal memprotes dan yang berani bicara ke media massa akan “ditanda” untuk mereka “bereskan”.

Yang pasti Indonesia adalah negara negara hukum. Tidak boleh main hakim sendiri. Warga Perumahan Legok Permai. “Kami berharap negara dalam hal polisi hadir !  Polri harus tegas kepada mereka yang melakukan main hakim sendiri. Tindakan pemblokiran adalah tindakan main hakim sendiri,” tegas seorang warga.



Sumber: BeritaSatu.com