Penyebaran Corona Mengkhawatirkan, Anies Minta Jokowi Karantina DKI

Penyebaran Corona Mengkhawatirkan, Anies Minta Jokowi Karantina DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3/2020). (Foto: Dok)
Yustinus Paat / WBP Selasa, 31 Maret 2020 | 04:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jakarta sudah mengkhawatirkan. Selain terus meminta masyarakat displin terapkan physical distancing, Anies meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk karantina wilayah Jakarta.

"Kondisi penyebaran Covid-19 di Jakarta masih mengkhawatirkan. Tingkat penularannya masih cukup tinggi. Lonjakan kasus cukup besar," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Anies Baswedan Sebut 283 Pemulasaran dan Pemakaman Gunakan Protap Covid-19 di Jakarta

Anies sudah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi agar pemerintah pusat segera melakukan karantina Jakarta untuk mencegah penularan Covid-19. Dalam surat tersebut, Anies meminta agar beberapa kegiatan penting terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap berjalan selama masa karantina antara lain, energi, pangan, kesehatan, komunikasi dan keuangan. "Keputusan mengenai karantina wilayah ada di kewenangan pemerintah pusat. Kami di DKI memang mengusulkan itu. Kami menyampaikan surat terkait dengan itu (karantina wilayah)," ungkap Anies.

Anies kembali mengingatkan masyarakat Jakarta untuk melakukan pembatasan, dan jaga jarak. Jika tidak ada kegiatan yang penting seperti urusan kebutuhan makanan dan kesehatan, kata dia, maka lebih baik tinggal di rumah. "Mari kita punya tanggung jawab. Ini kenapa kami merasa perlu untuk menyampaikan pesan yang amat kuat pada seluruh masyarakat, agar mencegah penularan Covid-19," imbuh dia.

Baca juga: Ini Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi yang Singgung Darurat Sipil

Lebih lanjut, Anies meminta Pemprov DKI Jakarta secara khusus memberikan instruksi kepada para ketua RT, RW, dasawisma PKK, dan kader PKK untuk melakukan identifikasi atas kelompok masyarakat yang rentan bila tertular Covid-19. Kelompok rentan tersebut, antara lain warga lanjut usia di atas 60 tahun dan penyandang penyakit bawaan seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru dan penyakit tekanan darah tinggi.

"Jadi, mereka bertugas untuk mengidentifikasi di lingkungannya, lalu secara khusus melakukan sosialisasi cara-cara mencegah dari penularan. Ada sebagian dari lansia yang tinggal sendirian tanpa didampingi oleh keluarganya, di situ harus ada pendampingan khusus. Dan kepada para RT RW untuk bisa memberikan dukungan agar mereka bisa tetap bertahan di rumah tanpa harus pergi ke luar," pungkas Anies.

Pada kesempatan itu, Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto mengungkapkan perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 720 kasus. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 48 orang telah dinyatakan sembuh dan 76 orang meninggal dunia. "Lalu 445 orang masih dirawat dan 150 orang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang menunggu hasil laboratorium sampai saat ini sebanyak 599 orang," kata Catur.

Sementara tenaga kesehatan yang positif terpapar Covid-19 sebanyak 81 orang yang tersebar di 30 rumah sakit di DKI Jakarta. "Untuk data ODP dan PDP, berdadarkan laporan sampai hari ini berjumlah 2.288 orang untuk ODP, 497 orang masih dipantau dan 1.791 sudah selesai dipantau. Sedangkan PDP sebanyak 1.046 orang, 708 masih dirawat dan 338 orang sudah pulang atau selesai menjalani perawatan," jelas Catur.



Sumber: BeritaSatu.com