Imbas Covid-19, Ragunan Revisi Target Pengunjung

Imbas Covid-19, Ragunan Revisi Target Pengunjung
Petugas menyemprotkan dIsinfektan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
/ BW Selasa, 31 Maret 2020 | 12:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, akan merevisi target jumlah pengunjung pada 2020. Hal itu terkait dampak penutupan sementara yang dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19).

"Sementara ini masih dalam pembahasan, apa langkah-langkah berikutnya, karena kasus ini masuknya isu nasional bahkan global, wabahlah ini namanya," kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Ragunan, Ketut Widarsono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Kebun Binatang Ragunan telah melakukan penutupan layanan kunjungan sejak 14 Maret hingga 12 April 2020.

Selama ditutup Ragunan tidak menerima kunjungan wisatawan. Padahal, badan layanan umum daerah (BLUD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut tetap diberi target pendapatan.

"Pendapatan kita maksudkan jumlah kunjungan, tetap dimaksimalkan dari sisi jumlah pengunjung," katanya.

Pada 2020 ini, jumlah pengunjung Ragunan ditargetkan sebesar 5 juta pengunjung. Jumlah ini tidak terlalu berbeda dengan target 2019. Tahun lalu, mencapai 5,5 juta pengunjung.

Realisasi target kunjungan 2019 tercapai dalam kurun waktu satu tahun. Adapun 2020, terjadi penutupan sementara yang memakan waktu kurang lebih satu bulan dan kemungkinan bisa diperpanjang seiring meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya.

Momen-momen penyumbang tertinggi kunjungan wisata di Ragunan terjadi pada hari libur nasional seperti libur sekolah, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

'Di hari-hari raya seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, momen besar itu dan itu sangat mendongkrak jumlah pengujung," katanya.

Dalam satu hari di momen libur tersebut, Ragunan bisa dikunjungi 160.000 pengunjung.

"Belum lagi hari Raya Idul Fitri jedanya lama, bisanya kita hitung 7-10 hari, bisa mencapai 700.000 pengunjung, sangat signifikan menyumbang hari libur, belum lagi libur sekolah," kata Ketut.

Dengan adanya social distancing ini, lanjut Ketut, internal manajemen Ragunan melakukan pembahasan terkait revisi target kunjungan 2020 dengan mempertimbangkan bencana global yang sedang dihadapi.

"Pembahasan dilakukan dalam rapat internal seksi antara pimpinan dan seksi terkait," kata Ketut.



Sumber: ANTARA