Pilwagub DKI 6 April, Visi-Misi dan Tanya Jawab Melalui Teleconference

Pilwagub DKI 6 April, Visi-Misi dan Tanya Jawab Melalui Teleconference
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi (tengah) bersama sejumlah pimpinan DPRD dalam rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / HS Rabu, 1 April 2020 | 16:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat Paripurna Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta tetap digelar pada Senin (6/4/2020) meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa tanggap darurat bencana Covid-19 di Jakarta hingga 19 April 2020. Hal ini berdasarkan keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta pada Selasa (31/3/2020).

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Farazandi mengatakan rapat paripurna tersebut mengikuti protokol kesehatan yang sudah diatur pemerintah pusat dan Pemprov DKI. Waktu rapat hanya berlangsung paling lama dua jam sehingga rangkaian kegaitannya disederhanakan.

"Karena waktu dibatasi, kita sederhanakan rangkaian kegiatannya. Kita pecah, paripurna hanya fokus pada pemungutan-pemilihan dan penghitungan suara cawagub. Penyampaian visi misi dan tanya jawab kita pecah di luar paripurna," ujar Farazandi, Rabu (1/4/2020).
Penyampaian visi-misi dan tanya jawab, kata dia, rencananya menggunakan teleconference yang berlangsung maksimal tiga jam.

Panlih akan mengundang dua calon wagub Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis, 9 perwakilan fraksi DPRD DKI ke kantor DPRD untuk melakukan tanya jawab yang dipandu seorang moderator. Sementara anggota dewan yang lain akan menyaksikan melalui live streaming.

"Itu nanti kita undang (9 perwakilan fraksi, 2 cawagub dan moderator) ke kantor di ruangan steril, nanti kita siapkan kamera dan koneksi internet, kita mungkin nanti akan menggunakan bantuan teknologi, dari situ streaming keluar," tandas dia.

Penyampaian visi-misi dan tanya jawab Cawagub ini akan diselenggarakan pada Jumat (3/4/2020) mendatang. Warga DKI Jakarta dan media juga bisa ikut menonton melalui channel live streaming yang disediakan Panlih.

Jarak Fisik
Sementara anggota Panlih Wagub DKI Andyka menegaskan pelaksanaan rapat paripurna pemilihan wagub DKI pada 6 April akan menerapkan physical distancing (jarak fisik) secara disiplin. Satu meja di ruang rapat paripurna hanya akan diisi oleh satu orang.

"Dengan meja kita rapatkan, diisi 1 meja 1 orang, jaraknya sudah 1,5 meter. Sementara ini kita persiapkan, kita tata. Begitu juga penambahan bilik suara tadinya 4 sekarang 6," ungkap Andyka.

Lebih lanjut, Andyka mengatakan undangan yang hadir tidak lebih dari 150 orang. Dia memprediksikan yang hadir sekitar 130 orang. Agenda rapat paripurna akan berlangsung maksimal dua jam.

"Tidak ada perubahan (waktu 2 jam) makanya kita atur lay out-nya, kita rapihkan kembali supaya percepatan penggunaan hak suaranya itu tetap mengedepankan asas 'luber' ya. Kita atur keluar masuknya orang, hak pilih kita tata kembali supaya bisa efisien," terang dia

Andyka menegaskan rapat paripurna pemilihan wagub DKI tidak akan ditunda lagi dari 6 April. Hal ini sesuai hasil rapat Bamus DPRD DKI dan Panlih akan melaksanakan rapat paripurna tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi, kata dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membutuhkan wagub di tengah upaya penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Prosedur yang diperkenankan kita akan penuhi, tahapan-tahapannya juga kita penuhi termasuk juga secara vertikal, surat kita laksanakan, sambil kita menunggu surat yang kita layangkan kepada kepolisian dan pimpinan fraksi," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com