Lagi, Sampah Bambu Menyumbat Sungai Cikeas di Perbatasan Bekasi-Bogor

Lagi, Sampah Bambu Menyumbat Sungai Cikeas di Perbatasan Bekasi-Bogor
Pegiat lingkungan hidup, KP2C, bersama Tim Katak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, membersihkan sampah bambu di Sungai Cikeas, perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor, Rabu (1/4/2020). ( Foto: Ist )
Mikael Niman / HS Rabu, 1 April 2020 | 17:35 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Para pegiat lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) tak bosan-bosan membersihkan sampah bambu yang menyumbat Sungai Cikeas. Tahun ini saja, terdata sudah tiga kali terjadi penumpukan sampah bambu yang menyumbat aliran Sungai Cikeas, di sekitar jembatan Perumahan Puri Nusaphala, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

“Sudah tiga kali sampah menggunung di aliran Sungai Cikeas, sepanjang tahun ini. Dibandingkan tahun lalu, kejadian serupa terjadi sebanyak 13 kali,” kata Ketua KP2C Puarman saat membersihkan sampah bambu, Rabu (1/4/2020).

Dia menjelaskan, petugas pembersih didatangkan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. “Mereka berjibaku dengan tetap menjaga jarak fisik sesuai protokol kesehatan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Relawan KP2C bersama Tim Katak DLH Kota Bekasi berjibaku membersihkan sampah bambu sejak pagi tadi. “Kegiatan bersih-bersih harus segera dilakukan. Bila terlambat, gunungan sampah berpotensi menimbulkan banjir di perumahan Villa Nusa Indah 3 Kabupaten Bogor dan Puri Nusaphala Kota Bekasi,” ujarnya.

Bila terjadi banjir, kata dia, kondisi akan semakin berbahaya karena bisa terjadi kerumunan orang di tengah mewabahnya Covid-19. “Karena itu, gerakan bersih-bersih kali ini sangat penting karena menyangkut nyawa banyak orang,” terangnya.

Sejak tahun lalu, KP2C sudah berulangkali meminta tiga Pemda agar turun tangan menyelesaikan akar masalah sampah bambu yang tidak berkesudahan meski sudah dilakukan pembersihan berulang-ulang. “Sayangnya, hingga kini solusi belum ditemukan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sumber sampah bambu sebanyak 50 persen berasal dari Kabupaten Bogor, 25 persen berasal dari Kota Depok, dan 25 persen dari Kota Bekasi.

Saat bersamaan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bogor memberikan masker kepada Tim Katak DLH Kota Bekasi, sebagai wujud kebersamaan dan dukungan terhadap protokol kesehatan. Masker diserahkan Ketua FPRB Kabupaten Bogor, Budi Aksomo.



Sumber: BeritaSatu.com