Pemkot Bogor Pertimbangkan Pemotongan Gaji ASN

Pemkot Bogor Pertimbangkan Pemotongan Gaji ASN
Bupati Bogor Ade Yasin bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tengah melakukan rapat terbatas membahas opsi karantina wilayah di Posko Chrisis Centre Kota Bogor, Minggu, 29 Maret 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / FER Rabu, 1 April 2020 | 19:24 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mempertimbangkan kebijakan yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait pemotongan gaji aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menangani virus corona (covid-19).

Baca Juga: Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Skala Besar

"Bisa saja, namun teknisnya akan dibicarakan. Ini perlu dipertimbangkan lebih komprehensif terkait usulan pemotongan gaji ASN," ujar Dedie, Rabu (1/4/2020).

Dedie menegaskan, pihaknya akan membicarakan lebih lanjut usulan ini, di level mana pemotongan gaji ASN di Pemkot Bogor dan berapa jumlahnya.

"Yang pasti saat ini saja kita masih mengatur alokasi dan pergeseran anggaran dari kegiatan yang dianggap tidak dapat terlaksana atau yang bukan prioritas," jelas Didie.

Disisi lain, sambung Dedie, karena di Kota Bogor sendiri, hotel-hotel, pusat perbelanjaan dan tempat wisata sudah mengikuti instruksi Pemkot Bogor untuk menutup tempat-tempat tersebut dalam mencegah penyebaran virus covid-19.

Baca Juga: Pemkot Bogor Gaungkan Masyarakat Mandiri Cegah Corona

Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin memastikan tidak ada pemotongan gaji bagi ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. ASN di Pemkab Bogor hanya diminta secara sukarela untuk menyisihkan gajinya membantu warga terdampak bencana wabah virus corona.

"Di Kabupaten Bogor tidak ada potong gaji, namun ASN akan memberikan bantuan secara sukarela untuk membantu warga yang terdampak virus covid-19," ungkap Ade.

Ade menyebut, pemberian sukarela tersebut dihimpun melalui Korpri (korps pegawai Republik Indonesia) dipotong dari Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) tapi atas kesadaran sendiri.

"Kami tidak ada pemaksaan namun semua ASN berpartisipasi untuk menyisihkan penghasilannya guna membantu warga Kabupaten yang terdampak virus covid-19," akunya.

Baca Juga: Terindikasi Corona, ASN Tetap Dapat Gaji

Lebih lanjut, pihaknya meyakini tanpa ada surat edaran yang ditujukan kepada jajaran ASN, mereka pasti akan berpartisipasi untuk menekan penyebaran virus covid-19. "Intinya di ASN Pemkab Bogor tidak ada potong gaji seperti yang di intruksikan oleh Gubernur Jawa Barat," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com