Anies Alokasikan Anggaran Sebesar Rp 3,032 Triliun Tangani Covid-19

Anies Alokasikan Anggaran Sebesar Rp 3,032 Triliun Tangani Covid-19
Anies Baswedan. (Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Yustinus Paat / CAH Kamis, 2 April 2020 | 16:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,032 Triliun untuk menangani virus corona atau Covid-19 hingga Bulan Mei 2020 mendatang. Anggaran tersebut berasal dari realokasi anggaran yang terdapat di APBD DKI Jakarta Tahun 2020.

"Di DKI kita sudah alokasikan pada saat ini yang sudah dialokasikan sampai Mei sebesar Rp 3,032 Triliun," ujar Anies saat video conference dengan Wapres Ma'ruf Amin tentang Progres Penanganan Wabah Covid-19 dan Pelaksanaan Bansos oleh Pemda, Kamis (2/4/2020).

Hingga saat ini, kata Anies, anggaran yang sudah digunakan sebanyak Rp 1,032 Triliun. Sisanya Rp 2 Triliun akan digunakan untuk penanganan Covid-19 pada April hingga Mei 2020.

Baca JugaAnies Baswedan: Pasokan Kebutuhan Bahan Pokok di Jakarta Aman 2 Bulan Mendatang

"Bila (wabah Covid-19) berkepanjangan sampai Mei akan kita tambah anggaran," tandas dia.

Anies menyampaikan terima kasih khusus kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang telah menerbitkan regulasi yang memberikan kelonggaran kepada Pemda untuk melakukan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Regulasi tersebut, kata dia, memudahkan pemda untuk mendapatkan secara cepat anggaran penanganan Covid-19.

"Secara regulasi kita terima kasih kepada Pak Tito karena beliau cepat mengeluarkan edaran yang memberikan kelonggaran bagi pemda terdampak Covid-19 untuk bisa realokasi anggaran dan segera kita lakukan. Dari sisi anggaran kita lakukan," terang dia.

Baca JugaPemprov DKI Buka Layanan Belanja Kebutuhan Pokok dari Rumah

Lebih lanjut, Anies meminta kepada Wapres Ma'ruf Amin agar pemerintah pusat segera mencairkan dana bagi hasil Pemprov DKI Tahun 2019 dan Quartal II Tahun 2020. Anies mengatakan piutang Kementerian Keuangan ke Pemprov DKI Jakarta Tahun 2019 sebesar Rp 5,1 Triliun.

"Sementara dana bagi hasil tahun ini (2020) di Quartal II sebesar Rp 2,4 Triliun. Kami harap segera dicairkan. Tantangan kita di Jakarta bukan pada anggaran tetapi cash flow. Kalau ini bisa dicairkan, bisa punya keleluasan secara cash flow. Ini yang kita sampaikan agar dana bagi hasil segera ditransfer," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com