Pemkot Depok Dukung Penerapan PSBB

Pemkot Depok Dukung Penerapan PSBB
Forkopimda Kota Depok bersama dengan FKUB dan MUI foto bersama usai membuat Pernyataan Kesepakatan Bersama terkait larangan kegiatan ibadah massal, Jumat (20/3/2020). ( Foto: Suara Pembaruan/BHAKTI HARIANI )
Bhakti Hariani / FER Kamis, 2 April 2020 | 16:56 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pemkot Depok siap mengikuti instruksi pemerintah pusat untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga: Percepat Penanganan Corona, PSBB Paling Rasional

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono mengatakan, PSBB sangat bagus untuk diterapkan. Namun sebelum mengatur PSBB di wilayah Jabodetabek maka akan lebih maksimal jika pemerintah membatasi arus masuk Warga Negara Asing (WNA) sejak di bandara.

"Bandara itu harus ditutup dulu untuk WNA. Bandara harus ketat. Jangan biarkan WNA keluar masuk dengan mudah. Ini kan virusnya juga asalnya dari luar negeri. Oleh karena itu segala yang datang dari luar negeri benar-benar harus dibatasi, kecuali untuk makanan dan obat-obatan," ujar Hardiono di Depok, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut, dikatakan Hardiono, untuk wilayah Jabodetabek bisa memanfaatkan wadah Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur yang diketuai oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga: 1.443 Warga Depok Sudah Jalani Rapid Test

"Bisa dikumpulkan para gubernur, bupati, wali kota untuk bicara dalam wadah BKSP. Nanti bisa dikoordinasikan bagaimana harus menerapkan pembatasan dan pengaturan lainnya," tuturnya.

Hardiono menegaskan, masyarakat diimbau mematuhi aturan pemerintah pusat untuk tetap diam di rumah dan tidak keluyuran kemana-mana. "Penerapan PSBB ini harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menyadari akan pentingnya diam di rumah, menjaga jarak sosial dan jarak fisik atau physical distancing ketika berada di luar," tandas Hardiono.

Hardiono menambahkan, penanganan covid-19 di Kota Depok menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT) yang setelah dihitung telah siap dialokasikan sebesar Rp 70 Miliar. Adapun saat ini telah dikucurkan sebanyak Rp 42 Miliar.

Baca Juga: Pemkot Depok Bentuk Kampung Siaga Covid-19

"Ini digunakan untuk semua ya, baik promotif, preventif, kuratif. Sudah termasuk untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis," tegas Hardiono.



Sumber: BeritaSatu.com