Gubernur DKI ke Wapres: RS Swasta Keluhkan Keterlambatan Pembayaran BPJS

Gubernur DKI ke Wapres: RS Swasta Keluhkan Keterlambatan Pembayaran BPJS
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat menu makanan untuk Tim Medis Covid-19 ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / BW Kamis, 2 April 2020 | 21:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, rumah sakit (RS) swasta yang menangani pasien Covid-19, banyak yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan.

Di Jakarta, ada 70 RS dan 13 di antaranya merupakan RS rujukan untuk penanganan Covid-19. Dari 70 RS ini, kata Anies, mayoritas adalah RS swasta.

"Ada satu permintaan Pak Wapres yang mungkin perlu menjadi perhatian dari pemerintah, adalah 70 rumah sakit ini, banyak yang swasta. Mereka harapkan dukungan BPJS agar tidak ada keterlambatan di dalam pembayaran tagihan-tagihannya," ujar Anies saat video konferensi dengan Wapres Ma'ruf Amin tentang Progres Penanganan Wabah Covid-19 dan Pelaksanaan Bansos oleh Pemda, Kamis (2/4/2020).

Anies mengatakan, RS swasta harus bergerak cepat untuk menangani pasien karena jumlahnya banyak. Selain itu, kata dia, RS tersebut tidak mudah mengelola cash flow keuangannya.

"Jadi memastikan bahwa tidak ada keterlambatan pembayaran BPJS menjadi penting sekali Pak Wapres, supaya mereka tetap mau menerima kasus Covid- ini," tandas dia.

Apalagi, kata Anies, secara umum rumah sakit berkewajiban menerima kasus Covid-19. Selama ini, kata dia, sudah berjalan dan ditangani dengan baik.

"Jadi, saat ini ada 70 rumah sakit yang menangani Covid-19 di DKI, yang rumah sakit rujukan ada 13. Nah ada 1.300 pasien yang saat ini dirawat, masih ada 707 yang sedang antre menunggu hasil labnya," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com