Rencana PSBB, Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Rencana PSBB, Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Ilustrasi Kota Bekasi. ( Foto: Antara )
Mikael Niman / BW Kamis, 2 April 2020 | 23:05 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat penerapan karantina kewilayahan.

Kementerian Perhubungan telah merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabodetabek.

“Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah menyiapkan dua skenario untuk kebutuhan fasilitas lalu lintas,” ujar Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Bambang Normawan Putra, Kamis (2/4/2020).

Dua skenario tersebut, adalah karantina kewilayahan terbatas dan karantina seluruh wilayah Kota Bekasi.

“Surat edaran dari Kementerian Perhubungan sudah kami terima, tetapi keputusan ada pada pimpinan kami. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi pimpinan, karena melibatkan stakeholder di Kota Bekasi,” ujarnya.

Secara prinsip, kata dia, Dishub Kota Bekasi siap siaga apa pun yang akan diputuskan oleh Wali Kota Bekasi bersama pemangku kepentingan lainnya. Termasuk pula bila skenario berada di bawah koordinasi Gubernur DKI Jakarta. Mengingat, penerapan PSBB ini dilakukan di wilayah Jabodetabek.

“Rencana pembatasan atau penyekatan arus lalu lintas di jalan nasional apakah menjadi kewenangan pemerintah daerah, pemerintah provinsi atau kewenangan pusat, itu juga belum diputuskan. Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya,” tuturnya.

Meskipun telah bekerja dari rumah, sebagian personel Dishub DKI tetap disiagakan untuk mengatur lalu lintas.

“Bila sudah menjadi keputusan pimpinan, kami siap bertugas kembali,” imbuhnya.

Pemkot Bekasi telah menghentikan sementara operasional bus angkutan ke bandara (bus Damri) di Terminal Kayuringin, Bekasi Selatan, sejak beberapa hari lalu. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

“Pemerintah Kota Bekasi telah menetapkan status darurat bencana Covid-19, ada karantina kemanusiaan. Jadi, hampir di setiap perjalanan kami batasi termasuk bus Damri yang sudah tidak beroperasi,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Kendati begitu, kata dia, perjalanan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta maupun ke Halim Perdanakusuma, tetap dapat diakses oleh warga Kota Bekasi. “Kami hanya membatasi pergerakan orang dengan transportasi umum,” ujarnya.

Termasuk, armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Induk Kota Bekasi mulai menurun seiring mewabahnya virus corona dan imbauan pemerintah untuk tinggal di dalam rumah.



Sumber: BeritaSatu.com