Pemkab Bogor Siapkan 80 Miliar Tangani Corona

Pemkab Bogor Siapkan 80 Miliar Tangani Corona
Petugas Damkar Ciawi melakukan penyemprotan disinfektan di area Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / HS Jumat, 3 April 2020 | 08:34 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelontorkan anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Untuk pencairannya, dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama dicairkan sebesar Rp 20 miliar untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, anggaran tersebut bersumber dari pergeseran anggaran yang ada di dinas-dinas di APBD 2020.
“Persiapan anggaran kita siapkan Rp 80 miliar. Tahap pertama Rp 20 miliar untuk yang mendesak seperti alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis dan lainnya,” ujar Ade Yasin dalam keterangnnya, Kamis (2/4/2020).

Sisanya, Ade Yasin melanjutkan, bisa dicairkan secara bertahap dan memastikan pencairan bisa dilakukan tak lebih dari satu minggu.
“Seminggu kemudian juga sudah bisa dicairkan. Sumbernya dari pergeseran anggaran yang ada di dinas-dinas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengaku mendukung kebijakan anggaran yang diambil Pemkab Bogor untuk penanganan virus corona.

Dikatakan, banyak anggaran dinas yang bisa digeser untuk penanganan corona. Contohnya anggaran rapat-rapat dan perjalanan dinas karena kedua kegiatan tersebut memang tidak diperbolehkan selama pandemi corona masih menyerang.

“Segera geser APBD, khususnya terkait anggaran pelatihan di dinas. Karena sudah jelas instruksinya tidak boleh mengumpulkan massa dalam jumlah banyak, berarti anggaran pelatihan bisa digeser dan potensi nya akan cukup besar,” kata Rudy.

Bahkan, dia mengaku siap menyetujui jika nantinya ada penambahan anggaran untuk penanganan corona. Bagi Rudy, kebijakan anggaran ini penting didukung agar penanganan corona bisa maksimal.

“Anggaran jangan pakai sisa BTT, jangan ditunda lagi. Hari ini pemerintah daerah menganggarkan dan besok akan langsung disetujui oleh DPRD. Kita bisa dapatkan ratusan miliar dari pergeseran anggaran, jangan pakai maksimal atau minimal, karena kalau sekarang tidak mengambil kebijakan anggaran, ekonomi kita akan hancur,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com