95 Tenaga Kesehatan di Jakarta Terinfeksi Covid-19

95 Tenaga Kesehatan di Jakarta Terinfeksi Covid-19
Petugas medis di ICU RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / BW Jumat, 3 April 2020 | 20:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani, memaparkan, hingga 3 April 2020, sebanyak 95 tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19.

"Dari 95 orang itu, satu orang meninggal. Mereka tersebar di 32 rumah sakit dan satu klinik di Jakarta. Dua orang dokter spesialis domisili Jakarta meninggal, tetapi dari dua RS di luar Jakarta," kata Fify, saat Daily Brief Covid-19 di Pendopo Balai Kota, Jumat (3/4/2020).

Dikatakan, sebanyak 54 pasien positif Covid-19 di Jakarta dinyatakan telah sembuh dari total kasus positif sebanyak 958 orang.

Fify menyebutkan, jumlah pasien meninggal sebanyak 96 orang, 611 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 197 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara, sebanyak 720 orang masih menunggu hasil laboratorium.

Lebih lanjut, Fify menjabarkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.470 orang (505 masih dipantau, 1.965 sudah selesai dipantau). Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2.009 orang (819 masih dirawat, 1.190 sudah pulang perawatan).

Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan tes cepat di enam wilayah kota/kabupaten DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

Sampai dengan Kamis (2/4/2020), total 20.532 orang telah menjalani tes cepat dengan persentase positif Covid-19 sebesar 2,1 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 428 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 20.104 orang dinyatakan negatif.

Dalam menanggulangi pandemi Covid-19, Pemprov DKI Jakarta turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan. Total, ada 46 kolaborator yang memberikan bantuan tersebut.

Pada Jumat (3/4), Pemprov DKI Jakarta kembali menerima bantuan dari KadinIndonesia melalui PT Unilever Indonesia dalam berbagai bentuk produk kesehatan seperti hand sanitizer, sabun, produk perawatan higienitas rumah, maupun paket makanan-minuman untuk tenaga medis dengan nilai total Rp 10 miliar.

Selain itu, ada bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang sudah tersalurkan ke Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk alat kesehatan, yaitu 105.000 masker, 300 APD, dan 100.000 rapid test kit. Liga Muslim Dunia juga memberikan bantuan senilai Rp 4,327 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

"Selain itu, Danone Indonesia turut memberikan bantuan yang terdiri dari APD, 5.000 pcs masker, 60.000 botol Aqua untuk tenaga medis, pasien, serta orang-orang terdampak pandemik Covid-19," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com