DKI Data Pekerja Seni Terkena Dampak Covid-19

DKI Data Pekerja Seni Terkena Dampak Covid-19
Kementerian Pariwisata mengadakan festival kuliner nusantara selama dua hari pada Sabtu (5/8/2017) dan Minggu (6/8/2017) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. ( Foto: SP/Carlos Roy Barus )
/ BW Minggu, 5 April 2020 | 11:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Kebudayaan DKI Jakarta mendata pekerja seni yang terkena dampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah berupaya untuk mencari solusi dan bantuan kepada pemerintah dan mitra swasta atau perorangan. Pada saat bersamaan berupaya mendata pekerja maupun pelaku seni yang terkena dampak ekonomi karena wabah Covid-19," kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana dalam keterangannya di instagram @disbuddki, Minggu (5/4/2020).

Pengumpalan data itu dilakukan dengan mengisi tautan bit.ly/SeniBudayaCovid19 yang disediakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Dalam pengumumannya lewat media sosial, Iwan mengatakan, pengumpulan riwayat kondisi ekonomi para pekerja seni yang terdampak Covid-19 itu paling lambat 7 April 2020.

Nantinya, data tersebut akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk ditindaklanjuti.

Pendataan itu diharapkan dapat membantu para pekerja seni yang kondisi ekonominya terganggu akibat tidak bisa pentas, karena larangan untuk berkerumun atau mengumpulkan massa.

Akibat pandemi Covid-19, Pemprov DKI Jakarta mengambil banyak kebijakan dengan membatasi interaksi serta jarak fisik antarwarga tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dari segi kebudayaan, banyak tempat-tempat kesenian seperti galeri-galeri seni hingga kawasan bersejarah seperti Monas ataupun Kota Tua harus ditutup akibat virus asal Wuhan itu.

Hingga Minggu (5/4/2020), kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 1.071 kasus. Dengan perincian 691 kasus dalam perawatan intensif, 223 kasus dalam penanganan isolasi mandiri, 99 kasus meninggal dunia dan 58 kasus dinyatakan sembuh.



Sumber: ANTARA