Pemkab Bekasi Akan Lakukan Rapid Test Terhadap Jemaat GBI Grandwisata

Pemkab Bekasi Akan Lakukan Rapid Test Terhadap Jemaat GBI Grandwisata
GBI Grandwisata, Kabupaten Bekasi, tampak tertutup rapat dan digembok, Minggu, 5 Aperil 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Mikael Niman / CAH Minggu, 5 April 2020 | 20:29 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi (Pikokabsi), dr Alamsyah, memastikan salah satu pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) meninggal dunia, akhir pekan lalu. Pendeta berinisial TTS tersebut  merupakan salah satu peserta seminar keagamaan GBI di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tes cepat (rapid test) Covid-19 yang dilaksanakan pemerintah kota dan kabupaten menunjukkan kian bertambahnya jumlah warga yang terindikasi positif virus corona. Sebanyak 226 orang di antaranya merupakan peserta seminar keagamaan GBI di Lembang.

Baca JugaRidwan Kamil Laporkan Dua Klaster Besar Terduga Positif Corona

"Almarhum TTS merupakan pendeta GBI di Grandwisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Kami akan melakukan pelacakan kepada jemaat dan warga tempat tinggal almarhum dengan melakukan rapid test. Ada sekitar 40 orang yang akan diambil sampel darahnya, besok,” ujar Alamsyah di Bekasi, Minggu (5/4/2020).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah mendapat bantuan alat tes cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.00 alat tes cepat (rapid test kit).

Menurutnya, Pendeta TTS meninggal pada Jumat (3/4/2020) usai menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bekasi. Pemakaman dilakukan di wilayah Karawang, Jawa Barat, sedangkan keluarganya sudah diisolasi. 

Berdasarkan pantauan, GBI Grandwisata saat ini telah tertutup rapat. Tak ada lagi, kegiatan di dalam gereja sejak Minggu (15/3/2020). Jemaat melakukan ibadah menggunakan live streaming di rumah masing-masing.

Data terbaru, di Kabupaten Bekasi orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 975 orang (sebanyak 624 orang di antaranya dalam pemantauan dan 351 orang telah selesai pemantauan). Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 231 orang (98 orang dalam pengawasan dan 133 orang selesai pengawasan). Kasus terkonfirmasi corona sebanyak 27 orang (18 orang masih dirawat, 5 orang dinyatakan sembuh dan 4 orang meninggal).

“Saat ini, kami terus menambah ketersedian tempat tidur di RSUD Kabupaten Bekasi dan juga rumah sakit swasta untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com