Ini Penjelasan Fraksi PSI Tak Bisa Ikut Pilih Wagub DKI

Ini Penjelasan Fraksi PSI Tak Bisa Ikut Pilih Wagub DKI
Gubernur DKI Anies Baswedan memasuki Gedung DPRD DKI Jakarta untuk mengikuti Rapat Paripurna DPRD DKI dengan agenda pemilihan wagub DkI Jakarta, Senin, 6 April 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Yustinus Paat / WM Senin, 6 April 2020 | 14:39 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Andrian menyampaikan alasan pihaknya terlambat menghadiri rapat paripurna pemilihan wakil gubernur di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2020). Justin menuturkan bahwa 8 anggota Fraksi PSI sebenarnya sudah standby di gedung DPRD sebelum jam 10.00 WIB.

"Karena awal nggak ada live streaming, paginya kita standby, semua lengkap ada di sini (gedung DPRD), akan tetapi kita menunggu live streaming yang dijanjikan," ujar justin kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Live streaming, kata Justin, baru ditampilkan pada Pukul 10.30 WIB. ketika fraksi PSI hendak absensi, ternyata dalam rapat diputuskan absensi ditutup pukul 10.00 WIB dan yang melakukan absensi lewat dari pukul 10.00 WIB tidak memiliki hak suara.

"Absen terakhir jam 10.00 WIB, tapi live streaming juga 10.30 WIB. Jadi kita nggak mungkin absen di situ tanpa kepastian ke publik," kata dia.

Justin menegaskan, PSI tidak menyesal sama sekali karena tidak ikut pemilihan tersebut. PSI, kata dia, lebih mengutamakan transparansi dalam proses pemilihan wagub tersebut karena keputusan awalnya rapat paripurna tersebut dilaksanakan tertutup.

"Kita nggak ada penyesalan juga, kami nggak bisa menggunakan hak suara karena dianggap terlambat. Karena kita harus menunggu masalah keterbukaan ini, karena ini prinsipal buat kita," pungkas Justin.

Diketahui, 6 anggota fraksi PSI tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam rapat paripurna pemilihan Wagub DKI lantaran terlambat mengisi daftar hadir. Meskipun terlambat, dua anggota Fraksi PSI diperkenankan ikut pemilihan karena keduanya merupakan anggota Panlih dan saksi, yaitu Eneng Malianasari yang menjadi anggota Panlih dan August Hamonangan yang menjadi saksi.

Sementara enam anggota fraksi PSI yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya, yakni Idris Ahmad, Justin Andrian, Anthony Winza, Viani Limardi, William Aditya Sarana dan Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Dengan demikian, pemilihan wagub DKI hanya diikuti oleh 100 anggota dewan yang memiliki hak pilih. Dari jumlah tersebut, 81 orang memilih Ahmad Riza Patria dan 17 orang memilih Nurmansjah Lubis. Terdapat 2 suara tidak sah.



Sumber: BeritaSatu.com