Tak Patuh PSBB, 20 Orang di Jakut Diamankan Polisi

Tak Patuh PSBB, 20 Orang di Jakut Diamankan Polisi
Kombes Pol Yusri Yunus. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / WM Senin, 6 April 2020 | 15:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengamankan 20 orang yang diduga tidak mematuhi imbauan tentang Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang bertujuan pencegahan virus corona (Covid-19), dalam kegiatan patroli di Surya Fitnes Jalan Walang Baru, Koja, Jakarta Utara, Kafe Sepinggan Jalan Enggano, Tanjung Priok, dan di Jalan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2020) serta Minggu (5/4/2020) kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, 20 orang yang diamankan berinisial S selaku pemilik Surya Fitnes, D, R, F, M, Ma, Re, I, W, A, Ri, Mi, S, Man, Da, In, O, Sa, Mer, dan Mar (pemilik kafe).

"Polres Metro Jakarta Utara, mengamankan 20 orang terkait pembatasan sosial berskala besar," ujar Yusri, Senin (6/4/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik membawa 20 orang itu ke Mapolres Metro Jakarta Utara karena tidak mematuhi imbauan petugas, kemudian diberikan penjelasan tentang jaga jarak dan diproses hukum.

"Mereka melanggar Pasal 93 juncto Pasal 9 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan atau Pasal 218 ayat KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 100 juta," ungkapnya.

Diketahui, Pasal 93 UU 6/2018 berbunyi: "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)".

Pasal 218 KUHP: "Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah".



Sumber: BeritaSatu.com