PSBB DKI Berlaku 14 Hari, Bisa Diperpanjang

PSBB DKI Berlaku 14 Hari, Bisa Diperpanjang
Pembatasan penumpang MRT. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Dina Manafe / WBP Selasa, 7 April 2020 | 10:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah menandatangani usulan Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mengendalikan penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Dengan ditandatanganinya usulan tersebut, artinya Menkes menyetujui DKI Jakarta menerapkan PSBB

“Sudah ditandatangani Menkes, dan saat ini dikirim ke Pemda DKI Jakarta,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 kepada Beritasatu.com, Selasa (7/4/2020).

Salah satu poin Surat Keputusan Menkes (SK) ini adalah PSBB di DKI Jakarta dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang, dan dapat dilanjutkan jika terdapat bukti penyebaran. Menurut Yurianto, masa inkubasi terpanjang yang dimaksud adalah 14 hari.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 110 T untuk Jaring Pengaman Sosial

Persetujuan Menkes tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020 yang ditandatangani hari ini, Selasa (7/4/2020). Dalam SK tersebut, Menkes mengatakan bahwa ia menyetujui PSBB di DKI Jakarta karena menimbang beberapa hal. Pertama, terjadi peningkatan dan penyebaran Covid-19 yang signifikan dan cepat serta diiringi kejadian transmisi lokal di Provinsi DKI Jakarta. Kedua, berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi serta aspek lainnya, perlu dilaksanakan PSBB untuk menekan penyebaran Covid-19 semakin meluas. “Menetapkan PSBB di Provinsi DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19),” demikian bunyi SK Menkes tersebut.

Baca juga: PSBB Berlaku di Jakarta, Ini 7 Kegiatan yang Dilarang

Dalam SK Menkes ini, Pemprov DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemprov Jakarta juga wajib mendorong dan menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengusulkan status PSBB untuk Jakarta pada Kamis (2/4/2020) karena Jakarta telah menjadi pusat baru penyebaran wabah Covid-19. Dari total kasus konfirmasi positif di Indonesia sebanyak 2.491 per Senin (6/4/2020), sebagian besar atau 1.232 kasus ada di DKI Jakarta. Dari total kematian 209, sebanyak 99 ada di Jakarta. Usulan Pemprov DKI itu sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com