Polisi Tangkap 2 Penodong Pengemudi Ojol di Tangsel

Polisi Tangkap 2 Penodong Pengemudi Ojol di Tangsel
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 7 April 2020 | 15:50 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Polisi membekuk dua bandit yang melakukan penodongan menggunakan senjata tajam terhadap pengemudi ojek online (ojol), di depan kios ayam geprek, Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dini hari tadi.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharram Wibisono mengatakan, peristiwa penodongan menggunakan senjata senjata tajam jenis samurai itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, Selasa (7/4/2020) dini hari.

"Dua pelaku yang diamankan berinisial LDR (19) dan FA (19). Barang bukti yang disita sebilah samurai bergagang kayu ukir kepala ular dan satu unit sepeda motor milik pelaku," ujar Muharram, Selasa (7/4/2020).

Dikatakan Muharram, kronologi penodongan bermula ketika korban berinisial MNI (21) sedang duduk di depan kios ayam geprek sambil melihat aplikasi ojek online di ponsel. Namun, tiba-tiba datang dua pelaku dan meminta agar korban menyerahkan pinselnya dengan ancaman akan dibacok memakai samurai.

"Pelaku mengancam, 'serahkan handphone kalau tidak saya bacok', sambil mengayunkan samurai di tangannya," ungkapnya.

Tak disangka, korban melakukan perlawanan dan berteriak meminta bantuan kepada teman-teman ojol lainnya yang sedang mangkal di dekat lokasi. "Kemudian sebelum berhasil mengambil handphone milik korban, pelaku melarikan diri karena teman-teman ojol banyak yang datang," katanya.

Muharram menyampaikan, pada saat melarikan diri itu dompet salah satu pelaku berinisial LDR terjatuh, kemudian diserahkan korban pada saat membuat laporan ke Polsek Pamulang.

Sejurus kemudian, tim Reskrim Polsek Pamulang melakukan penyelidikan dengan menelusuri alamat pelaku yang tertera di KTP -dari dalam dompet-, termasuk mengidentifikasi pelat nomor sepeda motor yang digunakan pelaku pada saat beraksi (B 6590 ZKU).

"Tim Viper Polsek Pamulang kemudian mengarah ke alamat itu, ditemukan sepeda motor yang digunakan. Tetapi pelaku (LDR) tidak berada di rumah," jelasnya.

Muharram menambahkan, penyidik terus melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi kalau pelaku LDR sering menginap di rumah temannya.

"Kemudian pelaku LDR berhasil diamankan, dan diminta memberitahukan di mana rumah pelaku FA. Selanjutnya, kedua pelaku dibawa ke Mapolsek Pamulang," tandasnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 53 KUHP Juncto Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com