Kedisiplinan Penggunaan Masker Bervariasi di Transportasi Umum Jakarta

Kedisiplinan Penggunaan Masker Bervariasi di Transportasi Umum Jakarta
Kondisi lengang di moda transportasi LRT Jakarta pada Selasa (7/4/2020). ( Foto: Humas LRT Jakarta )
Carlos Roy Fajarta / JAS Selasa, 7 April 2020 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sehari setelah penerapan sosialisasi peraturan kewajiban penggunaan masker di transportasi umum memiliki hasil bervariasi di berbagai moda transportasi di Jakarta pada Selasa (7/4/2020).

Di MRT Jakarta contohnya, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan 100 persen pengguna MRT sudah seluruhnya menggunakan masker.

"Kepatuhan pengguna MRT tinggi sekali. Sosialisasi yang kita lakukan baik di sosial media, melalui counter stasiun dan kereta kita cukup berdampak positif karena seluruh penumpang sudah menggunakan masker," ujar Kamaluddin, Selasa (7/4/2020) sore ketika dikonfirmasi Beritasatu.com.

Ia menyebutkan dengan disetujuinya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pihaknya masih menunggu arahan lebih jauh dari Pemprov DKI Jakarta mengenai apakah jumlah penumpang per kereta akan dikurangi dari saat ini yang maksimal 60 orang per kereta.

"Kami saat ini masih sama jumlah penumpang, maksimal 60 orang per kereta, headway 20 menit dengan rata-rata jumlah penumpang 7.000 orang per hari. Kami masih menunggu arahan dari Pemprov apakah ada pembatasan jumlah penumpang lebih lanjut," tambah Kamaluddin.

Sementara itu, GM Corporate Secretary LRT Jakarta, Arnold Kindangen, menyebutkan kesadaran penumpang cukup tinggi meski baru sejak kemarin pihaknya menjalankan sosialisasi kepada para penumpang saat memasuki stasiun oleh petugas sekuriti.

"Mayoritas penumpang sudah mulai menggunakan masker kain karena kelangkaan masker dan komentarnya positif sebagai upaya bersama mencegah penyebaran virus corona (Covid-19)," kata Arnold.

Terkait kebijakan PSBB, ia menjelaskan kemungkinan akan berdampak pada jumlah penumpang yang tren jumlahnya di April 2020 ini 400-300-an penumpang akan turun lagi mungkin bisa lebih dari 30 persen.

"Pastinya kita tetap fokus jaga physical distancing dan selalu mengingatkan penumpang untuk selalu menggunakan masker," tutur Arnold.

Untuk moda Kereta Rel Listrik (KRL), Manager External Relations PT KCI, Adli Hakim menyebutkan pihaknya masih menghitung jumlah penumpang yang sudah mematuhi sosialisasi kewajiban penggunaan masker di transportasi umum.

"Sejak hari Minggu kemarin pemerintah juga sudah mulai menyerukan bahwa masyarakat keluar dari rumah wajib menggunakan masker, sehingga tentu yang sama berlaku di transportasi publik. Hasilnya semakin banyak yang menggunakan masker, selain memang sebelum tanggap darurat corona pun sudah banyak pengguna KRL yang rutin menggunakan masker," ujar Adli Hakim.

"Untuk hari ini jumlah pengguna KRL masih relatif sepi seperti selama masa tanggap darurat Covid-19 ini. Sampai pukul 12.00 WIB volume penumpang tercatat 99.042 orang," tambahnya.

Sedangkan di Terminal Bus Tanjung Priok Jakarta Utara, Kepala Terminal Mulyana menyebutkan calon penumpang di lokasi tersebut sejauh ini belum sepenuhnya mengetahui penggunaan masker.

"Tapi kami dari pihak Terminal Bus Tanjung Priok sudah rutin melakukan sosialisasi setiap dua jam sekali melalui pengeras suara terminal mengenai imbauan penggunaan masker. Masih sekitar 65 persen belum menggunakan masker dengan berbagai alasan salah satunya harga masker masih mahal dan sulit didapatkan," kata Mulyana.

"Sedangkan untuk penghentian operasional bus saat ini belum dilakukan. Kami hanya menerapkan pembatasan jumlah keberangkatan bus ke luar kota dan penerapan jaga jarak di atas bus. Bus diwajibkan tidak diisi penuh dari kapasitas bus yang tersedia," tandasnya. 



Sumber: BeritaSatu.com