Bisnis Lesu karena Corona, 100 Lebih Karyawan Ramayana Depok Terancam PHK

Bisnis Lesu karena Corona, 100 Lebih Karyawan Ramayana Depok Terancam PHK
Ramayana ( Foto: Istimewa )
Bhakti Hariani / FMB Selasa, 7 April 2020 | 17:47 WIB

Depok, Beritasatu.com - Ratusan karyawan Ramayana Dept. Store di Plaza Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dampak virus corona membuat kebiasaan belanja masyarakat berkurang sehingga berdampak terhadap lesunya bisnis ritel. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Manto menuturkan, pada hari Jumat 3 April 2020, Manajemen Ramayana Depok melaporkan secara lisan tentang kondisi perusahaannya. Disnaker menyarankan kepada unsur manajemen untuk menyampaikan hal tersebut kepada karyawan perihal kondisi perusahaan secara langsung.

"Mereka mengadakan pertemuan pada hari Sabtu 4 April 2020 antara pekerja dengan unsur manajemen. Tapi kami belum mendapat laporan tertulis dari unsur manajemen Ramayana," ujar Manto Selasa (7/4/2020) di Depok, Jawa Barat.

Lebih lanjut dikatakan Manto, di dalam Ramayana Plaza Depok terdapat karyawan tetap dan tidak tetap sejumlah lebih kurang 159 orang. "Kami masih tunggu laporan tertulis dari mereka," kata Manto.

Terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok Wido Pratikno membenarkan ada ratusan karyawan Ramayana Depok mendapat PHK karena dampak Covid-19.

Dikatakan Wido, dari laporan yang diterimanya ada 120 karyawan yang di-PHK dari Ramayana Depok.

"Ada 120 orang. Baru dapat informasi PHK hari ini," kata Wido.

Pihaknya, lanjut Wido, akan melakukan mediasi antara para pegawai terdampak PHK dengan manajemen Ramayana Depok.

"Kami akan perjuangkan haknya, pesangonnya. Saya akan koordinasi dulu. Mereka anggota Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek), langkah mereka seperti apa," kata Wido.

Store Manager Ramayana Depok M Nukmal Amdar membenarkan soal rencana PHK tersebut. Wewenang soal rencana tersebut ada di manajemen pusat. "Dalam proses sesuai prosedur. Kami juga secara resmi akan bersurat ke Disnaker Kota Depok," kata Nukmal.

Lebih lanjut diungkap Nukmal, proses PHK dilakukan setelah ada arahan dari manajemen. Total karyawan yang bekerja di Ramayana Depok sekitar 300 orang, namun yang di bawah naungan Ramayana hanya 87 orang saja.

Dia mengakui rencana PHK ini erat kaitannya dengan dampak virus Covid-19 karena bisnis yang dilakukan toko selama ini sangat bergantung pada penjualan.

"Karena virus ini, kami sudah tidak ada harapan lagi. Akhirnya mungkin manajemen sudah memikirkan dengan matang karena tidak mampu lagi menutup biaya," ujar Nukmal.

Kendati demikian, Nukmal menambahkan, jika kondisi kembali normal dalam waktu dekat, kemungkinan manajemen akan melakukan perekrutan kembali.



Sumber: BeritaSatu.com