Taksi Online Masih Diperbolehkan Beroperasi saat PSBB di Jakarta

Taksi Online Masih Diperbolehkan Beroperasi saat PSBB di Jakarta
Ilustrasi taksi online. ( Foto: istimewa )
/ JAS Selasa, 7 April 2020 | 23:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Taksi online  masih diperbolehkan membawa penumpang saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai Jumat (10/4/2020) mendatang.  Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, Anies Baswedan mengungkapkan, ada sejumlah catatan bagi para pengemudi taksi online mengenai aturan membawa penumpang saat penerapan PSBB di Jakarta.

"Kendaraan roda empat (taksi online) boleh bawa penumpang tapi dibatasi jumlahnya," kata Anies Baswedan dalam keterangannya di Balai Kota, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Menurut Anies, tentang jumlah penumpang yang boleh dibawa saat penerapan PSBB nantinya akan diatur lebih lanjut.

"Ketika ini dilakukan maka ada batasan jumlah orang yang bisa naik di kendaraan itu. Nanti akan diatur secara detail. Intinya akan ada pembatasan jumlah penumpang per kendaraan," papar Anies Baswedan.

Mengenai nasib pengemudi ojek online saat PSBB, menurut Anies Baswedan, hanya dibolehkan untuk kegiatan mengirim barangdi Jakarta.

"Untuk delivery barang itu konfirm boleh," terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI pada Selasa pagi menyetujui PSBB yang diajukan Anies Baswedan setelah sebelumnya sempat ditolak karena dokumen yang tidak lengkap. 

Penetapan PSBB untuk wilayah DKI Jakarta tersebut tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang ditandatangani oleh Menkes RI Terawan Agus Putranto.

Dalam keputusan itu disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Pelaksanaan PSBB tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.



Sumber: ANTARA