PSBB di Jakarta, 8 Usaha Ini Masih Tetap Bisa Beroperasi

PSBB di Jakarta, 8 Usaha Ini Masih Tetap Bisa Beroperasi
Ilustrasi mini market. ( Foto: ist )
Yustinus Paat / JAS Selasa, 7 April 2020 | 23:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada 8 sektor usaha yang masih beroperasi di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Selain delapan sektor tersebut, kata Anies, aktivitas perkantoran di dunia usaha dihentikan selama 14 hari pelaksanaan PSBB.

"Kemudian untuk dunia usaha kita akan mengatur bahwa kegiatan perkantoran dihentikan, kecuali beberapa sektor. Ada 8 pengecualian, pertama adalah sektor kesehatan," ujar Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4/2020) malam.

Kedua, kata Anies, sektor pangan, makanan dan minuman. Ketiga sektor energi, seperti air, gas, listrik, pompa bensin. Keempat komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi.

"Kelima adalah sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa. Kemudian kegiatan logistik, distribusi barang itu berjalan seperti biasa, itu dikecualikan," ungkap dia.

Ketujuh, lanjut Anies Baswedan, kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelotong yang memberikan kebutuhan warga. Dan kedelapan adalah sektor industri strategis di kawasan ibu kota.

"Untuk sektor kesehatan misalnya tetap diizinkan untuk tetap berkegiatan dan ini bukan saja rumah sakit atau klinik. Ini termasuk industri kesehatan, seperti industri memproduksi sabun, usaha memproduksi disinfektan. Itu sangat relevan dengan situasi seperti sekarang, jadi tidak berhenti," jelas Anies.

Selain itu, kata Anies Baswedan, organisasi sosial yang terkait dengan penanganan Covid-19 juga masih bisa bekerja dan berkegiatan. Organisasi sosial tersebut seperti lembaga pengelola zakat, lembaga pengelola bantuan sosial atau NGO di bidang kesehatan atau terkait dengan penanganan Covid-19.

"Bagi sektor yang tadi dikecualikan, mereka harus melaksanakan kegiatan dengan mengikuti protap penanganan Covid-19. Artinya ada physical distancing, mengharuskan penggunaan masker, mengharuskan ada fasilitas cuci tangan yang mudah dan melakukan cuci tangan yang rutin. Jadi protap itu dilakukan," pungkas Anies.

PSBB efektif berlaku mulai Jumat, 10 April 2020 mendatang hingga 14 hari ke depan. Dalam waktu 2 hari ini, Pemprov DKI akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berbagai elemen masyarakat terkait pelaksanaan PSBB di Jakarta. 



Sumber: BeritaSatu.com