Seorang Balita di Bogor Terinfeksi Corona

Seorang Balita di Bogor Terinfeksi Corona
Ilustrasi pasien yang diduga terinfeksi virus "corona". ( Foto: Antara )
Vento Saudale / JAS Selasa, 7 April 2020 | 23:59 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melaporkan dua pasien terinfeksi virus corona (Covid-19). Salah satu pasien berusia balita warga Cibinong dan satu pasien lainnya seorang lansia (55) warga Citeurep.

Dua pasien itu menambah data jumlah pasien positif menjadi 23 orang dengan rincian 17 masih dalam perawatan, 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Jumlah itu bertambah dari data sebelumnya, Senin (6/4/2020) yang berjumlah 21 orang.

Juru Bicara Covid-19, Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah menuturkan, balita yang terpapar berusia tiga bulan. Kata dia, bayi tersebut dua pekan lalu dirujuk ke salah satu rumah sakit karena mengalami demam. Kemudian bayi itu pun dilakukan pengetesan swab.

“Setelah masa inkubasi (14 hari) terlampaui, gejala klinis demam, batuk sudah menunjukkan sembuh dan dibolehkan pulang,” kata Syarifah mengonfirmasi, Selasa (7/4/2020) malam.

Kemudian, dinkes baru menerima hasil swab dan hasil tes pun, menujukan positif terinfeksi corona. Sehingga tim kesehatan secara prosedur harus dilakukan tes swab ulang dan dilakukan isolasi di rumah sakit.

Menurut Syarifah, hingga saat ini belum diketahui dari mana bayi tersebut terpapar virus corona . Untuk itu, langkah yang diambil yakni dilakukan rapid test kepada orang tua dan keluarga terdekat.

“Langkah selanjutnya pihak orang tua bayi dan sekitarnya akan dilakukan tracking dan dilakukan rapid test untuk melihat kondisi lingkungan sekitar bayi tersebut,” tambah Syarifah.

Sementara, untuk kasus pasien dalam pengawasan saat ini berjumlah 439 orang dengan rincian sebanyak 325 orang masih dilakukan pengawasan serta 114 orang dinyatakan selesai, dan 9 di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan pasien orang dalam pemantauan (ODP) data yang terlaporkan berjumlah 815 orang yakni sebanyak 491 orang dinyatakan selesai dan sisanya 324 orang masih dalam pemantauan.



Sumber: BeritaSatu.com