Pandemi Covid-19, FRJ Salurkan Bantuan di Depok dan Bogor

Pandemi Covid-19, FRJ Salurkan Bantuan di Depok dan Bogor
Forum Relawan Jokowi (FRJ) menyalurkan bantuan berupa makanan gratis dan penyemprotan desinfektan di wilayah Bogor dan Depok, pada Rabu, 8 April 2020. ( Foto: istimewa )
Thresa Sandra Desfika / CAH Rabu, 8 April 2020 | 17:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Forum Relawan Jokowi (FRJ) menyalurkan bantuan berupa makanan gratis dan penyemprotan desinfektan di wilayah Bogor dan Depok, pada Rabu (8/4/2020). FRJ merupakan gabungan dari organ-organ relawan Jokowi yang militan. Salah satu tokoh relawan Jokowi, Andi Gani Nena Wea mengatakan, aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona (Covid-19).

"Ini merupakan rangkaian perdana aksi solidaritas terhadap masyarakat yang merasakan dampak wabah virus corona di Bogor dan Depok. Rencananya aksi kepedulian ini akan dilakukan selama 14 hari di Jabodetabek. Tujuannya untuk saling membantu di tengah penyebaran wabah virus corona," kata Andi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Sementara itu, Ketua Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, masyarakat menyambut baik kegiatan FRJ di saat masa sulit seperti sekarang.

"Dalam kondisi genting seperti sekarang ini, masyarakat yang terdampak wabah corona harus dibantu. Relawan ini tetap bersemangat membantu masyarakat walaupun sudah tidak ada kaitannya dengan kampanye. Jadi bukti relawan bukan hanya peduli ketika masa kampanye telah tiba saja," tegasnya.

Immanuel yang membantu penyemprotan desinfektan di pemukiman dan tempat ibadah wilayah Cilodong, Depok berharap agar organisasi lainnya ikut tergerak melihat apa yang dilakukan oleh FRJ.

"Tidak ada kata terlambat untuk terjun ke masyarakat. Mengingat virus corona masih terus menghantui masyarakat Indonesia. Baiknya yang lain ikut berkontribusi nyata," ujarnya.

Ketua Nasional Relawan Duta Jokowi, Joanes Joko, juga ikut mengkoordinir pembagian makanan gratis di kawasan Pabuaran dan Bojong Gede, Bogor. Dia menjelaskan, pembagian makanan ini melibatkan warteg dan warung tradisional. Kemudian proses pembagiannya pun tidak mengumpulkan massa alias door to door ke masyarakat sehingga physical distancing yang dianjurkan pemerintah tetap dilakukan.

"Pokoknya aksi nyata yang bersentuhan langsung dengan rakyat kita lakukan. Apalagi wabah ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Kasihan buat rakyat kecil yang kena dampak langsung," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com