Anies: Pembatasan Sudah Dilakukan 100 Tahun lalu

Anies: Pembatasan Sudah Dilakukan 100 Tahun lalu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya memberikan keterangan pers di Balai Kota, Jakarta, Kamis 26 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / CAH Rabu, 8 April 2020 | 22:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa pembatasan sosial bukanlah cara baru dalam melawan wabah penyakit. Menurut Anies, pembatasan interaksi sudah dilakukan 100 tahun lalu dalam mencegah penyebaran pandemi flu spanyol.

"Pembatasan seperti ini bukan rumus yang baru, ini sudah dilakukan sejak 100 tahun yang lalu ketika terjadi wabah Pandemi Flu Spanyol," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca JugaAnies Minta Warga DKI Taati PSBB

Kota yang melakukan pembatasan secara serius dan warga disiplin, kata Anies, maka case fatality rate atau kasus kematiannya rendah. Sementara, kota yang membiarkan kegiatan interaksi berjalan terus maka case fatality rate-nya tinggi.

"Kita sudah belajar di situ kita jangan mengulang karena itu saya mengajak kepada seluruh warga Jakarta, mari kita ambil tanggung jawab dengan cara menjaga jarak, berada di rumah, cuci tangan, pakai masker dan jika hal itu kita kerjakan, Insyaallah kita segera bisa menekan laju penularan virus ini," ungkap Anies.

Baca Juga: PSBB, Kerumunan Tak Boleh Lebih dari 5 Orang

Anies kembali minta kepada masyarakat Jakarta agar melaksanakan dan menaati ketentuan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut Anies, pembatasan merupakan cara efektif untuk meredam penularan virus corona karena penularannya melalui interaksi antara orang.

"Intinya sebenarnya adalah pembatasan intraksi, virus ini menular dari orang ke orang, kalau interaksi antar orang itu terus berjalan maka kita tidak bisa memutus mata rantainya. Pemutusan mata rantai yang harus kita kerjakan dengan cara mengurangi kegiatan yang berkumpul," pungkas Anies. 



Sumber: BeritaSatu.com