PSBB, Ini Skenario Pembatasan Penumpang Transportasi di Jakarta

PSBB, Ini Skenario Pembatasan Penumpang Transportasi di Jakarta
Pengojek online membawa barang melintas di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / YUD Rabu, 8 April 2020 | 22:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sudah menyusun Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Anies belum meneken Pergub tersebut karena menunggu jawaban dari pemerintah pusat tentang diperbolehkan atau tidaknya ojek daring untuk mengangkut penumpang.

Salah satu yang akan dibatasi, kata Anies adalah transportasi umum. Pembatasan tersebut mencakup pengurangan volume penumpang dan layanan operasi kendaraan tersebut.

Baca juga: Persiapan PSBB, Dishub Kota Bekasi Pantau Arus Lalu Lintas

"Jumlah kendaraan tidak berkurang populasinya (penumpangnya) yang berkurang dan (layanan) dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, itu yang dikerjakan," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Anies mengatakan volumen penumpang akan dikurangi 50 persen dari kapasitas angkut setiap kendaraan. Dia mencontoh, jika kapasitas angkut kendaraan 50 orang, maka selama PSBB akan hanya mengangkut 25 orang.

"Transportasi massal itu dikuranginya pada volume penumpang per kendaraan dikurangi, jadi yang biasanya misalnya di situ kapasitas ke-50 menjadi 25, gerbong yang kapasitasnya misalnya 100 jadi 50," terang Anies.

Baca juga: PSBB, DKI Minta Ojek Daring Tetap Bisa Angkut Penumpang

Diketahui, sebelumnya beredar dokumen yang berisikan tentang pembatasan jumlah penumpang di kendaraan pribadi maupun kendaraan umum di DKI Jakarta. Dalam dokumen tersebut dipaparkan soal jenis kendaraan, kapasitas angkut setiap kendaraan, jumlah yang boleh diangkut dan pengaturan atau keterangan.

Terkait dokumen tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan apa yang dimuat dalam dokumen tersebut merupakan salah satu dari sejumlah skenario untuk membatasi jumlah penumpang pada kendaraan pribadi dan kendaraan umum di Jakarta selama pelaksanaan PSBB.

Baca juga: PSBB, Grab Berharap Tetap Bisa Antar Penumpang

"Saya sebutkan banyak skenario yang coba kami susun termasuk salah satunya yang beredar," ujar Syafrin saat dihubungi, Rabu (8/4/2020).

Syafrin menegaskan skenario yang beredar merupakan hal analisis internal Dinas Perhubungan Pemprov DKI. Skenario tersebut bukanlan skenario final karena skenario final akan dituangkan dalam Peraturan Gubernur tentang PSBB.

"Itu masih dalam tahapan analisis internal. Belum fix dan yang fix akan dituangkan dalam Pergub," ungkap Syafrin.

Berikut isi dokumen PSBB kendaraan pribadi dan angkutan umum di Jakarta yang beredar di publik.

Kendaraan Pribadi
1. Mobil penumpang sedan
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 4 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 3 orang
- Pengaturan: 1 pengemudi dan 2 orang di belakang

2. Mobil penumpang bukan sedan
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 7 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 4 orang
- Pengaturan: 1 pengemudi, dan 2 orang di tengah dan 1 orang di belakang

3. Sepeda motor
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 1 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 1 orang
- Pengaturan: hanya pengemudi (dilarang berboncengan)

4. Bus
- Kapasitas angkut lebih dari 7 orang
- Dikurang 50 persen dari kapasitas angkut

Angkutan Umum
1. MRT
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 325 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 60 orang
- Pengaturan: 1 kereta

2. LRT
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 129 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 30 orang
- Pengaturan: 1 kereta

3. Transjakarta (hanya BRT)
a. Articulated Bus
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 120 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 60 orang
b. Single Bus
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 60 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 30 orang

4. Angkutan Umum Reguler
a. Bus Besar
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 52 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 26 orang
- Pengaturan: berkurang 50 persen
b. Bus Kecil
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 12 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 6 orang
- Pengaturan: berkurang 50 persen
c. Bajaj
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 3 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 2orang
- Pengaturan: 1 pengemudi dan 1 penumpang

5. Taksi
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 4 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 3 orang
- Pengaturan: 1 pengemudi dan 2 di belakang

6. Angkutan Online R4
a. Sedan
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 4 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 3 orang
- Pengaturan: 1 pengemudi dan 2 di belakang
b. Bukan Sedan
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 7 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 4 orang
- Pengaturan: 1 pengemudi, 2 tengah dan 1 belakang

7. Angkutan R2 (Ojol dan Opang)
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 2 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 1 orang
- Pengaturan: hanya untuk angkut barang, makanan dan minuman

8. Kapal Kepulauan Seribu
- Kapasitas angkut (tempat duduk): 54 orang
- Yang diperbolehkan angkut: 25 orang
- Pengaturan: operasi 1 kali dalam seminggu (2 kapal)



Sumber: BeritaSatu.com