Personel Polda Metro Berlatih Tangani Jenazah Terjangkit Covid-19

Personel Polda Metro Berlatih Tangani Jenazah Terjangkit Covid-19
Personel Ditsamapta Polda Metro Jaya saat melakukan pelatihan penanganan jenazah terpapar virus Corona. ( Foto: Polda Metro Jaya )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 8 April 2020 | 22:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - 50 personel Ditsamapta Polda Metro Jaya, melakukan pelatihan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta menangani jenazah yang terjangkit virus corona (Covid-19). Termasuk, proses evakuasi dan pengamanan pemakaman di taman pemakaman umum.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, perlu langkah khusus menangani jenazah yang terpapar virus Corona. TNI-Polri berkoordinasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait penanganan pemakaman jenazah.

Baca juga: Kemkes: Orang Terinfeksi Corona Bisa Tularkan ke Hewan

"Kita koordinasi masih banyak kekurangan personel dinas kesehatan terkait masalah pemulasaraan jenazah korban Covid 19. Sehingga kami mengajukan ke gubernur supaya dinas kesehatan memberikan pelatihan dan praktik bagaimana sebenarnya, supaya anggota kami, anggota Polri kami siapkan," ujar Nana, Rabu (8/4/2020).

Dikatakan Nana, puluhan anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya siap membantu memberikan tenaga untuk kemanusiaan menangani jenazah dengan ikhlas.

"Hari ini ada sekitar 50 personel anggota Polri yang sedang melakukan latihan secara teori dan praktik dari Dinas Kesehatan Pemprov. Jadi memang anggota ini multifungsi bukan hanya pemulasaraan tapi juga evakuasi, dan kita mengamankan setiap pemakaman terhadap korban Covid-19, melihat keamanan dan kesehatan keluarga korban. Kami akan menolak atau memperingatkan ke masyarakat supaya mereka nggak perlu ke pemakamaan, ini tugas tim khusus," ungkapnya.

Baca juga: Tambah 218, Total Kasus Positif Corona di Indonesia Jadi 2.956

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, pelatihan pemulasaraan jenazah digelar di Aula TRG Ditsamapta Polda Metro Jaya, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

"Kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 dilaksanakan bersama Dinkes Provinsi DKI Jakarta dengan instruktur dr. Murni bersama tim. Peserta pelatihan berjumlah 50 personel. Pelatihan berjalan lancar," katanya.

Sementara itu, Dir Samapta Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mokhamad Ngajib menjelaskan, tim khusus pengamanan pemakaman jenazah diawaki sekitar 100 personel dan terdiri dari tiga kelompok. Kelompok pertama dibagi dalam dua tim masing-masing beranggota 30 personel, empat diantaranya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca juga: KLHK Alokasikan Rp 230 M untuk Tangani Corona

"Tugasnya pengamanan, memberikan imbauan dan menghalau masyarakat yang melakukan penolakan pemakaman jenazah atau keluarga ingin mendekat. Dan, empat orang yang menggunakan APD disiapkan untuk membantu proses pemakaman bila diperlukan atau tidak ada petugas pemakaman jenazah," katanya.

Ngajib menambahkan, kelompok kedua merupakan tim pengawalan mobil ambulans yang mengangkut jenazah ke taman pemakaman umum (TPU). "Ada 11 mobil Patko untuk mengawal ambulans yang membawa jenazah ke TPU," sebutnya.

Menurut Ngajib, kelompok ketiga merupakan tim pemulasaraan jenazah. "Tim pemulasaraan jenazah sebanyak 20 orang yang disiapkan di kota-kota Jakarta, bergabung dengan Gugus Tugas Provinsi Jakarta. Tugasnya membantu pemulasaraan jenazah di rumah atau dari rumah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com