PSBB Bodetabek Diusulkan Berlaku Pekan Depan

PSBB Bodetabek Diusulkan Berlaku Pekan Depan
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan tes cepat atau rapid test Covid-19 di GOR Padjajaran, Kota Bogor, Sabtu (28/3/2020). ( Foto: Ist )
Vento Saudale / ALD Kamis, 9 April 2020 | 12:51 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Bogor terus menyiapkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Paling cepat pelaksanaan di wilayah Bogor dan wilayah lain, yakni Depok dan Bekasi akan dilaksanakan pekan depan.

“Jika sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan, kemungkinan minggu depan pelaksanaan PSBB akan dilakukan di Kota Bogor,” ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedi A Rachiem dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020).

Dalam pertemuan teleconference antara kepala daerah Jabodetabek Rabu (8/4/2020), ada beberapa poin yang dikemukakan. Seperti usulan dari DKI Jakarta yang saat ini tengah menyiapkan kajian teknis. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersilakan jika kajian yang akan dituangkan dalam peraturan gubernur nantinya diadopsi di wilayah Bodetabek.

Poin lainnya, perlu adanya koordinasi yang intensif dan sinkronisasi kebijakan antara Jakarta dan Bodetabek. Saat ini, DKI Jakarta tengah membangun aplikasi pelayanan yang terintegrasi untuk rumah sakit di Jakarta. Diharapkan, aplikasi yang sama juga diterapkan di rumah sakit di se-Jabodetabek untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan rujukan Covid-19.

Para kepala daerah Bodetabek meminta adanya sinergi dan kesamaan dalam perlakuan social safety nett sehingga tidak terjadi perbedaan yang mencolok.

Dalam diskusi itu pun dibahas tentang bagaimana perlakukan terhadap industri/usaha di masing-masing daerah sehingga tidak ada kebijakan yang berbeda. Nantinya bisa disepakati durasi perberlakuan PSBB dengan melihat kondisi peningkatan dan penurunan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyarankan agar ada kebijakan yang tegas untuk para pemudik supaya tidak menyebarkan Covid 19 ke daerah-daerah lain.