PSBB, Pemprov DKI Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

PSBB, Pemprov DKI Pastikan  Ketersediaan Pangan Aman
Menjelang Ramadan harga bahan pokok pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (25/4/2019), cenderung naik.
Yustinus Paat / MPA Kamis, 9 April 2020 | 13:01 WIB



 Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta Darjamuni meminta masyarakat DKI Jakarta tidak khawatir dengan ketersedian pangan di DKI Jakarta selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut Darjamuni, ketersediaan pangan di Jakarta aman selama pelaksanaan PSBB.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menjamin ketersediaan pangan bagi warga Jakarta, untuk itu warga Jakarta tidak perlu kuatir, karena Pemprov melalui BUMD, Bulog, dan para pelaku usaha pangan telah berkolaborasi untuk mendukung kecukupan pangan bagi warga Jakarta," ujar Darjamuni dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020).

Pemprov DKI, kata Darjamuni, juga menjamin distribusi pangan dari luar Jakarta dan di dalam wilayah DKI Jakarta. Apalagi selama PSBB, tidak ada pembatasan distribusi pangan.

"Selama PSBB diberlakukan urusan pangan tidak ada pembatasan dalam proses pengadaan dan distribusinya, sehingga pangan di Jakarta dipastikan tersedia dan aman," tandas dia.

Darjamuni juga menuturkan BUMD pangan DKI Jakarta (PT. Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, dan PD. Dharma Jaya) telah melakukan kontrak farming (B to B) dengan para petani atau gapoktan dari berbagai daerah produsen pangan. Hal tersebut, kata dia, juga didukung oleh para pelaku usaha pangan yang juga memiliki link perdagangan pangan segar dengan petani dan para pedagang pangan didaerah produsen.

"Dengan jaminan pemerintah dan dukungan kepolisian maka distribusi pangan akan lancar dan aman ke Jakarta. Jadi, ketersediaan pangan selama PSBB dan persiapan Ramadhan serta Idul Fitri dijamin aman," ungkap Darjamuni.

 Darjamuni mengungkapkan gambaran ketersediaan atau stok pangan di DKI Jakarta saat ini.

1. Beras
Beras masuk di Jakarta melalui Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan PT. Food Station Djipinang Jaya setiap hari kurang lebih 3.000 ton. Stok beras yang ada saat ini di BULOG, PT. Food Station Tjipinang Jaya , dan Pasar Induk Beras Cipinang saat ini sekitar 254.891 ton.

Untuk persiapan Ramadhan dan Idul Fitri PT. Food Station Tjipinang Jaya merencanakan stok sebanyak 25.000 ton, PIBC 200.000 ton dan BULOG 220.000. Artinya DKI Jakarta akan memiliki stok beras sebanyak 445.000 ton, cukup untuk 5 bulan ke depan.

2. Gula Pasir
Saat ini Pemerintah telah membuka keran impor RAW SUGAR yang akan diolah menjadi gula pasir konsumsi. Pada bulan Maret 2020 gula pasir lokal telah masuk ke Jakarta. PT. Food Station Tjipinang Jaya dan BULOG hingga Idul Fitri 2020 telah mempersiapkan stok gula pasir sebanyak 5.733 ton. Stok tersebut ditambah dengan stok gula yang ada di distributor maka gula pasir di Jakarta hingga Idul Fitri 2020 dijamin aman.

3. Daging Sapi
Kebutuhan daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan juga meningkat. PD. Dharma Jaya memiliki kuota import daging sapi Australia, dengan stok yang ada di Importir/Distributor Daging Sapi dan BULOG (Daging Kerbau). Kebutuhan daging sapi hingga Idul Fitri dijamin aman. Stok daging sapi tersedia saat ini 9.808 ton.

4. Minyak Goreng
Stok minyak goreng yang ada di BUMD PT. Food Station Tjipinang Jaya, BULOG, dan Distributor Minyak Goreng jumlahnya cukup untuk kebutuhan warga Jakarta hingga Idul Fitri 2020. Pantauan petugas di Pasar Tradisional dan pasar Swalayan, stok minyak goreng melimpah

5. Telur Ayam, Bawang Merah, Cabai, Sayuran dan Buah-Buahan
Saat ini, kondisi telur ayam, bawang merah, cabai, sayuran dan buah-buahan tidak ada stok. Untuk itu keberadaan pasokan sangat tergantung dengan kelancaran distribusinya dari daerah produsen.

(YUS)



Sumber: BeritaSatu.com