Hamil 6 Bulan, Tersangka Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Hamil 6 Bulan, Tersangka Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota
Vanessa Angel. ( Foto: Instagram )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 9 April 2020 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Barat, telah menetapkan artis Vanessa Angel alias VA (25) sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan psikotropika jenis Xanax. Penyidik memutuskan menahan Vanessa dengan jenis tahanan kota, berdasarkan pertimbangan wabah virus corona (Covid-19) dan yang bersangkutan sedang hamil enam bulan.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, penyidik menetapkan artis film televisi (FTV) itu sebagai tersangka karena tanpa hak memiliki obat psikotropika jenis Xanax.

"Yang ada pidananya adalah masalah kepemilikan secara tanpa hak, dan itu dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan memang merujuk kepada saudara VA. Kami tidak pandang bulu dalam menegakan aturan, maka terhadap saudari VA itu statusnya tersangka, dan kami akan melakukan proses penyidikan selanjutnya kepada yang bersangkutan sesuai dengan yang diamanatkan oleh undang-undang," ujar Ronaldo, Kamis (9/4/2020).

Dikatakan Ronaldo, barang bukti 20 butir Xanax yang disita penyidik, dimiliki Vanessa dengan tanpa hak. Sebab berdasarkan keterangan saksi dokter, barang yang disita dari Vanessa bukan obat yang diresepkannya. Dokter meresepkan obat dengan kadar 1/2 miligram, namun yang disita dari Vanessa 1 miligram.

"Kami sudah memeriksa saksi-saksi dan melakukan gelar perkara, maka kami menyimpulkan bahwa benar barang-barang yang disita penyidik dari tangan saudari VA, itu dimiliki oleh yang bersangkutan secara tanpa hak. Ada ketentuan pidananya, diatur dalam Pasal 62 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancamannya 5 tahun penjara," ungkapnya.

Ronaldo menyampaikan, penyidik dapat melakukan penahanan terhadap Vanessa karena ancaman hukumannya 5 tahun penjara. Namun dengan mempertimbangkan situasi wabah Covid-19 dan yang bersangkutan sedang hamil, penyidik memutuskan tetap menahannya dengan jenis tahanan kota.

"Sehingga tadi sudah saya terbitkan surat perintah penahanannya, tapi jenis penahanan yang kami lakukan adalah tahanan kota. Jadi yang bersangkutan punya kewajiban untuk wajib lapor dan tidak boleh keluar kota Jakarta," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com