Harga Gula dan Bawang di Pasar Tradisional Depok Bertahan Tinggi

Harga Gula dan Bawang di Pasar Tradisional Depok Bertahan Tinggi
Ilustrasi gula pasir. ( Foto: Antara / Fauzan )
Bhakti Hariani / HS Kamis, 9 April 2020 | 15:24 WIB

Depok, Beritasatu.com – Meski mulai menurun, harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok, Jawa Barat, masih bertahan tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, harga gula turun sebesar Rp 500 rupiah per kilogram (kg) menjadi Rp 18.500 per kg. Padahal, sebulan lalu harga gula di sejumlah pasar tradisional masih berkisar Rp 14.000 per kg.

Selain gula pasir, pantauan SP sejak Rabu (8/4/2020) juga menunjukkan harga bawang merah pun naik sedikit. Sedangkan komoditas lain belum mengalami kenaikan yang signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok Zamrowi Hasan mengakui harga gula pasir curah di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok masih berkisar di angka Rp 18.500 per kg. Namun dia meyakinkan bahwa harga gula pasir kemasan di sejumlah toko modern jauh lebih murah.

"Harga di pasar tradisional masih tinggi tapi kalau di toko modern relatif lebih stabil. Gula pasir kemasan masih bisa ditemui dengan harga Rp 12.500 per kg," ujar Zamrowi kepada SP di Depok.

Kenaikan harga gula saat ini diprediksi Zamrowi tidak akan berlangsung lama. Pasalnya dalam waktu dekat ini stok gula pasir akan bertambah seiring dengan datangnya pasokan dari gula impor. Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih jauh terkait perbedaan harga di pasar tradisional tersebut.

Salah satu warga Depok, Ari Lestari, mengatakan dirinya lebih memilih membeli gula pasir kemasan di toko modern. Selama ini dia merasakan betul harga gula di pasar tradisional yang sangat tinggi. "Kalau di toko modern kadang masih ada harga gula pasir kemasan yang Rp 12.500 sampai Rp 14.000 per kilogram. Jadi saya pilih beli di sana," tutur Ari.

Selain harga gula, komoditas lainnya di Kota Depok yang mengalami kenaikan adalah bawang merah. Sebelumnya harga bawang merah Rp 45.000, tetapi sudah naik menjadi Rp 51.000 per kg.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas telur ayam broiler dari Rp 26.000 per kg dari sebelumnya Rp 25.000 per kg.
Sedangkan komoditas lainnya terpantau stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

 



Sumber: BeritaSatu.com