PSBB, KRL Beroperasi 06.00-18.00 WIB

PSBB, KRL Beroperasi 06.00-18.00 WIB
Petugas PT Kereta Commuterline Indonesia (PT KCI) melakukan penyisiran acak (random check) terhadap para penumpang KRL di Stasiun Bogor demi mengantisipasi penyebaran virus corona, Kamis, 12 Maret 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 9 April 2020 | 22:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan jam operasional kereta rel listrik (KRL) Commuter Line mulai 10 April 2020.

Hal itu terkait pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta pada Jumat (10/4/2020).

KRL akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 18.00 WIB. Selain penyesuaian jam operasional, jumlah pengguna juga akan dibatasi lebih ketat.

“Penyesuaian jam operasional ini kami lakukan, mengingat pada masa PSBB kegiatan masyarakat akan makin dibatasi agar upaya menghambat penularan Covid-19 dapat berjalan maksimal,” ungkap Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, Kamis (9/4/2020).

Dengan jam operasional 06.00-18.00 ini, PT KCI akan menjalankan 683 perjalanan KRL tiap hari. Penyesuaian ini juga sejalan dengan berbagai moda transportasi publik lainnya di Jakarta yang beroperasi dalam rentang waktu 06.00-18.00 WIB.

Jadwal lengkap dari perubahan jam operasional ini dapat diakses melalui situs resmi PT KCI www.krl.co.id. Selain penyesuaian jam operasional, memasuki PSBB ini KCI juga makin memperketat pembatasan jumlah pengguna pada tiap kereta atau gerbong.

Jumlah pengguna yang dapat berada di dalam satu kereta maksimum 60 orang. Pembatasan ini sesuai dengan aturan dalam PSBB. Untuk transportasi publik, jumlah penumpangnya harus dibatasi agar terjaga jarak antara satu pengguna dengan yang lainnya.

Batasan jumlah pengguna ini akan dimulai sejak pengguna masuk area stasiun. Pengguna akan diarahkan petugas untuk antre saat membeli atau melakukan isi ulang tiket, pengukuran suhu tubuh, masuk gate, hingga menunggu kereta di peron. Saat kondisi di dalam kereta berpotensi padat, petugas akan mengatur jumlah pengguna yang dapat naik ke dalam kereta.

PT KCI juga melengkapi marka atau penanda di dalam kereta yang mengatur posisi pengguna yang duduk dan berdiri agar tidak melewati batas 60 orang.

Satu tempat duduk panjang dapat diisi oleh maksimum empat orang pengguna, sementara tempat duduk prioritas maksimum diisi dua orang. Pengguna yang berdiri posisinya harus sesuai marka dan tidak berhadap-hadapan.

Menurut Wiwik, jumlah pengguna KRL pada masa tanggap darurat Covid-19 turun hingga 80% dibandingkan waktu normal.

“Dari sebelumnya kami melayani 900.000 hingga 1,1 juta pengguna per hari, kini kami hanya melayani sekitar 200.000 pengguna setiap harinya. Dengan berlakunya PSBB tentu akan makin sedikit masyarakat yang beraktivitas ke luar rumah, sehingga pembatasan pengguna sebagai upaya menjaga jarak aman dapat lebih dimaksimalkan,” jelas Wiwik.

PT KCI kembali mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas di rumah, terutama mereka yang bidang pekerjaannya tidak termasuk dalam pengecualian pada aturan PSBB.

Transportasi publik tetap beroperasi dengan pembatasan pada masa PSBB ini untuk melayani mereka yang benar-benar memiliki kebutuhan mendesak.



Sumber: Suara Pembaruan