Anies Baswedan: Selama PSBB, 1,25 Juta KK Dapat Sembako

Anies Baswedan: Selama PSBB, 1,25 Juta KK Dapat Sembako
Warga Jakarta memakai masker beraktivitas di Jalan Sudirman, kawasan Senayan, Jakarta, Jumat, 3 April 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 10 April 2020 | 06:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat akan memberikan bantuan sosial kepada 1,25 juta penduduk DKI Jakarta yang terdampak virus corona atau Covid-19 selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Bantuan sosial tersebut diberikan dalam bentuk sembako secari rutin setiap minggu.

"Nantinya akan ada 1,25 juta keluarga di Jakarta yang akan mendapatkan bantuan secara rutin diberikan tiap minggu dalam bentuk kebutuhan pokok," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Anies mengatakan, dengan penerapan PSBB, seluruh komponen pemerintah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin. Dengan demikian, kata dia, masyarakat tidak khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan dasar selama PSBB.

"(Dengan bansos) masyarakat bisa melewati masa ini tanpa menghadapi masalah yang terlalu besar," ungkap dia.

Lebih lanjut, Anies mengakui pihaknya sudah memberikan bantuan sembako kepada 20.000 kepala keluarga pada Kamis (9/4/2020). Pembagian bansos ini dilakukan di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Irmansyah mengatakan Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara menjadi kelurahan pertama yang akan menerima bantuan sosial dengan turut mempertimbangkan jumlah penduduk. Selain itu, kata Irmansyah, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kelurahan Penjaringan merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka akumulasi ODP dan PDP dengan jumlah banyak.

"Pemilihan kelurahan prioritas juga mempertimbangkan Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Pemukiman Dalam Rangka Penataan Kawaaan Permukiman Terpadu. Dalam Pergub tersebut menyatakan bahwa Kelurahan Penjaringan termasuk dalam kawasan permukiman yang perlu ditata dengan mempertimbangan aspek penataan fisik lingkungan, pemberdayaan sosial dan budaya, serta kondisi ekonomi masyarakat," jelas Irmansyah.

Pembagian sembako tersebut, kata Irmansyah dilakukan dengan metode pengantaran hingga ke pintu rumah sehingga masyarakat tidak berkumpul untuk mendapatkan sembako tersebut. Dalam proses pendistribusian, tutur dia, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta tetap menerapkan prinsip physical distancing.

"Masyarakat tidak perlu berkumpul untuk mendapatkan bansos, kami yang akan datang door to door agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19 lebih luas lagi," terang Irmansyah.

Lebih lanjut, Irmansyah menjelaskan distribusi bansos akan dilakukan melalui 2 (dua) tahap. Tahap pertama, kata dia, dilakukan mulai 9 - 18 April 2020 dengan target penerima 1,2 juta Kepala Keluarga (KK) masyarakat kurang mampu dan rentan, yang terdampak Covid-19. Periode selanjutnya akan dilaksanakan 19 hingga 23 April bagi masyarakat miskin dan rentan yang belum terdaftar.

"Mekanisme pelaksanaan distribusi bansos tahap dua bagi masyarakat miskin dan rentan terdampak Covid-19 yang belum terdaftar adalah dengan mengisi form yang telah disiapkan, untuk diberikan ke RW, dan akan diteruskan ke kelurahan. Data tersebut nantinya akan diverifikasi untuk penentuan jadwal dan lokasi distribusi," pungkas Irmansyah.



Sumber: BeritaSatu.com